21/08/2025
“Lakaran kasih pusaka jiwa”
Cinta terukir indah,
bukan sekadar pada zahir,
tetapi diwarisi hingga ke nadi rohani.
Kasih itu menjadi pusaka,
bukan emas, bukan permata,
melainkan setia yang mekar,
restu yang kekal,
membelai jiwa dua insan yang bersatu.
Ia melambangkan bahawa kasih sayang bukanlah sekadar singgah,
tetapi sebuah peninggalan rohani,
yang hidup dalam doa,
yang harum dalam adat,
yang diwariskan pada zuriat,
sebagai pusaka paling agung dari hati ke hati.
- Kasih bertaut menjadi warisan,
seindah pusaka turun-temurun;
jiwa beradu dalam rahmat Tuhan,
kekal bersemi sepanjang zaman.-