07/03/2026
Ungkapan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib ini mengajarkan keseimbangan antara usaha dan ketenangan hati dalam menerima takdir.
Sering kali manusia mengejar sesuatu dengan penuh kegelisahan—entah itu rezeki, jodoh, kedudukan, atau pengakuan. Kita merasa harus menggenggamnya sekuat mungkin agar tidak lepas. Namun nasihat ini mengingatkan bahwa tidak semua hal harus dikejar dengan kecemasan. Ada perkara yang justru datang dengan sendirinya ketika waktunya telah tiba.
“Jika memang jalannya pasti Allah memperlancar” menunjukkan bahwa dalam setiap takdir ada jalan yang telah disiapkan. Ketika sesuatu benar-benar ditetapkan untuk kita, keadaan sering kali terbuka dengan cara yang tak disangka: pintu yang sebelumnya tertutup menjadi mudah, langkah yang terasa berat menjadi ringan.
Namun ini bukan ajakan untuk pasrah tanpa usaha. Usaha tetap perlu, tetapi tanpa kegelisahan yang berlebihan. Kita berjalan, berikhtiar, dan berdoa—lalu menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.
“Yang menjadi takdirmu akan mencari jalannya untuk menemukanmu” adalah pengingat bahwa apa yang benar-benar ditetapkan tidak akan tertukar. Jika sesuatu memang milik kita, ia tidak akan melewati kita. Dan jika bukan, sekuat apa pun kita mengejarnya, ia tidak akan tinggal.
Pada akhirnya, ketenangan lahir ketika seseorang berusaha dengan sungguh-sungguh namun tetap percaya bahwa hidup tidak sepenuhnya berada dalam genggamannya. Ada kehendak yang lebih besar yang sedang menata jalan. Wallahu 'Alam
Diuraikan oleh:
Follow: