27/07/2026
Ini kita perlu jg carikan solusi trutama anak
Anak nya bukan nya kita membela pembunuh
Tak Hanya Keluarga Korban, Keluarga Terduga Pelaku Baturiti Juga Hadapi Ujian Berat
Kasus dugaan aksi main hakim sendiri yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, terus menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga pria yang diduga melakukan pencurian dan meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan massa, tetapi juga memunculkan perhatian terhadap keluarga para terduga pelaku pengeroyokan yang kini menjalani proses hukum.
Sebelumnya, kisah haru saat prosesi pemakaman korban yang memperlihatkan tangisan anaknya sempat viral di media sosial. Video tersebut menggugah empati masyarakat sehingga banyak pihak tergerak untuk memberikan bantuan, termasuk dukungan biaya pendidikan bagi anak korban.
Di sisi lain, keluarga Dari salah satu terduga pelaku pengeroyokan juga kini menghadapi situasi yang tidak mudah. Dengan proses hukum yang sedang berjalan, keluarga tersebut harus bersiap kehilangan sosok ayah yang berpotensi menjalani masa penahanan apabila proses hukum berlanjut.
Perhatian terhadap kondisi keluarga terduga pelaku turut mencuat di media sosial. Salah satunya melalui unggahan akun Facebook Ajik Kaungg yang mempertanyakan nasib anak dan keluarga para terduga pelaku.
Dalam unggahannya, ia menulis, "Bapaknya berdosa kasus pengeroyokan di Baturiti, tapi apakah anak dan keluarganya ikut bersalah sehingga terlantar karena bapaknya di penjara? Mana senator DPD Bali. Kalau tidak ada maling hal ini tidak akan mungkin terjadi. Tapi apakah anak dan keluarganya ikut bersalah sehingga terlantar karena bapaknya di penjara?"
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian berpendapat bahwa proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat harus tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, di sisi lain, banyak yang menilai bahwa anak dan keluarga para pihak yang terlibat tidak seharusnya menanggung dampak sosial maupun ekonomi akibat perbuatan orang tuanya.
Hingga kini, aparat penegak hukum masih menangani kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku. Sementara itu, perhatian masyarakat terhadap nasib anak-anak dan keluarga dari kedua belah pihak terus menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.