27/06/2026
ARTSUBS 2026 akan menghadirkan sebuah paviliun utama yang bernama Museum KBUSR. Ini adalah jawaban terhadap konsep museum yang sudah terlalu umum, klise, dan membeku. Museum KBUSR nantinya bisa bergerak ke lokasi lain dan beradaptasi dengan kebutuhan setempat. Ini adalah sebuah ruang yang dinamis dan terbuka terhadap berbagai interpretasi baru. Bukan sekadar tempat penyimpanan artefak—lukisan dan karya-karya tiga dimensi—museum ini menjadi medium aktif yang membangkitkan memori dan refleksi kritis. Dibangun melalui metafora lanskap Jawa Timur—wilayah pesisir yang bergaram, bentangan Lumpur Lapindo, serta gugusan Gunung Arjuna–Welirang—Museum KBUSR merupakan hasil kolaborasi sejumlah seniman terkemuka Indonesia, antara lain Handiwirman Saputra dan Yuli Prayitno. Museum ini menghadirkan ruang “empat matra”: sedimentasi memori, negosiasi sejarah, pengalaman tubuh, serta tanggapan kritis terhadap situasi sosial-institusional kesenian kontemporer Indonesia. Pengunjung akan diajak memasuki pengalaman ruang yang imersif dan memperbaharui panca indera.
——
ARTSUBS 2026 presents its main pavilion called Museum KBUSR. The pavilion is a response to the conventional ideas of museum often seen as static, predictable, and fixed. Museum KBUSR is designed to be mobile, allowing it to move to different locations and adapting to local contexts. It is a dynamic space and open to new interpretations. Rather than just functioning as a space to store artifacts—paintings and three-dimensional works—this museum acts as an active medium that inspires memory and critical reflection. Shaped by the landscapes of East Java—the salty coastal areas, the Lapindo mudflow, and Arjuna-Welirang mountain range— Museum KBUSR is the result of collaboration of renowned Indonesian artists, including Handiwirman Saputra and Yuli Prayitno. This museum offers a “four-dimensional” space: the sedimentation of memory, the negotiation of history, the embodied experience, and a critical response to the social and institutional situation of Indonesian contemporary art. Visitors are invited to experience an immersive space that activates the five senses.