28/06/2015
Jokotole adalah sebuah aliran pencak silat yg berasal dari p**au Madura. Pada awalnya, perkembangannya sejalan dengan p**au-p**au lain di Indonesia. Setelah beberapa pertikaian dengan penguasa Jawa dan Madura, rakyat Madura berpihak ke Belanda dan sebagai imbalannya Madura mendapat kebebasan dalam hal-hal tertentu. Sebagai hasil dari persekutuan ini, masyarakat Madura diperkenankan untuk memiliki bala tentaranya sendiri. Inilah sebabnya mengapa aliran Pencak Silat Madura berkembang dalam gayanya sendiri. Gayanya sangat praktikal dan akibatnya gerakan-gerakannya terlihat kurang anggun. Karena kekerasan dan karakter masyarakat Madura yang keras, aliran Pencak Silat Madura berkembang menjadi aliran yang efektif, cepat, keras dan tangkas.
Pada akhir tahun tujuh puluhan, kejuaraan dunia pertama diselenggarakan di Singapura. Pendiri (Perguruan Olah Raga Silat) yg disingkat "PORAS JOKOTOLE" saat itu, Bapak Suhaimi bertanding untuk Indonesia dan menjadi juara dunia. Dua orang Indonesia yang lain, Bapak Salehodin dan Ibu Tuti Rilayati pun mengikuti jejaknya menjadi juara dunia. Kemenangan2 ini menyebabkan PORAS Jokotole menjadi terkenal di Indonesia dan di luar negeri. Bantuan keuangan dari Pemerintah Indonesia, memungkinkan pendirian sebuah akademi di Kamal, Madura, tempat kelahiran Bapak Suhaimi. Beliau kemudian diminta untuk melatih Tim Nasional Indonesia dan PORAS Jokotole dianugerahi status sebagai Akademi Pencak Silat yang resmi. Selama 35 tahun terakhir, lebih dari 125 orang telah menjuarai gelar-gelar Nasional maupun Internasional. Dalam kompetisi Olah Raga dan Seni, orang-orang Indonesia masih sangat berjaya.
Sekarang setelah tahun 1982 berubah nama dari PORAS Jokotole menjadi PPS Jokotole.
Selanjutnya pada tahun 1997 diresmikan oleh Eyang COKRO DAMAR ASIH & Eyang MARTO SUTADJI sebuah Padepokan dengan nama "Padepokan Luhur Naga Putih" PPS Jokotole sebagaimana yg terwujud/dibangun digerbang masuk ke Padepokan sekarang ini.