05/01/2026
Pengasuhan pada dasarnya bukan sekadar soal aturan, disiplin, atau teknik mendidik, melainkan kualitas koneksi (attachment) antara anak dan orang tua. Koneksi inilah yang menjadi fondasi utama perkembangan emosi, perilaku, dan kesehatan mental anak sepanjang hidupnya.
Sejak lahir, anak memiliki kebutuhan biologis untuk merasa aman, dilihat, dan dipahami oleh figur pengasuh utamanya. Ketika orang tua:
-hadir secara emosional,
-responsif terhadap kebutuhan anak,
-dan konsisten dalam memberikan rasa aman,
anak membangun secure attachment—yaitu keyakinan bahwa dunia adalah tempat yang aman dan orang tua adalah “base aman” untuk kembali.
Koneksi ini lebih penting daripada kesempurnaan orang tua. Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang cukup hadir dan peka
Dari perspektif neuropsikologi perkembangan:
-Otak anak berkembang optimal melalui interaksi yang hangat dan berulang.
-Regulasi emosi anak pada awalnya dipinjam dari orang tua (co-regulation), sebelum anak mampu mengatur dirinya sendiri (self-regulation).
Artinya, saat orang tua menenangkan, memeluk, mendengarkan, dan memvalidasi emosi anak, orang tua sedang membentuk jalur saraf yang kelak membuat anak lebih tenang, empatik, dan mampu mengambil keputusan yang sehat.
Pengasuhan adalah tentang “hadir dan terhubung” sebelum “mengatur dan mengarahkan.”
Koneksi bukan berarti memanjakan, tetapi membangun hubungan aman yang memungkinkan anak:
-merasa diterima,
-belajar bertanggung jawab,
-dan berkembang menjadi individu yang sehat secara emosional.