06/06/2026
(Kabar Jejaring) - Kampung Dongeng 2026 berhasil diselenggarakan secara serentak di 57 kota yang tersebar di lebih dari 20 provinsi di Indonesia sepanjang 16 - 31 Mei 2026. Mengusung tema “Merajut Cerita, Menguatkan Keluarga” festival ini menjadi gerakan nasional yang menghidupkan kembali budaya mendongeng sebagai sarana mempererat hubungan orang tua dan anak sekaligus memperkuat literasi keluarga. Jakarta, 4 Juni 2026
Sepanjang pelaksanaannya, festival menjangkau lebih dari 9.000 peserta dari 2.850 keluarga, menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif seperti mendongeng, membaca buku, permainan keluarga, hingga aktivitas kreatif yang mendorong terciptanya quality time yang bermakna. Kegiatan ini berlangsung di berbagai daerah, mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat.
Festival Kampung Dongeng merupakan bagian dari peringatan 17 tahun perjalanan Kampung Dongeng, sebuah gerakan sosial yang didirikan oleh Awam Prakoso pada tahun 2009. Hingga kini, Kampung Dongeng telah berkembang di lebih dari 200 titik di seluruh Indonesia dengan misi menghidupkan kembali tradisi mendongeng sebagai media pendidikan karakter, hiburan, dan penguatan hubungan keluarga.
Pendiri Kampung Dongeng yang juga peraih Tangsel Creative Awards 2020 Kategori Tokoh Inspirasi Komunktas, Kak Awam Prakoso, menyampaikan bahwa dongeng memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus informasi digital. “Dongeng adalah vitamin dan nutrisi bagi tumbuh kembang anak. Melalui cerita, nilai-nilai kehidupan dapat ditanamkan sejak dini sebagai fondasi karakter yang kuat, ” jelasnya.
Keberhasilan Festival Kampung Dongeng juga ditopang oleh kolaborasi luas berbagai pihak. Secara nasional, kegiatan ini melibatkan sekitar 250 komunitas, institusi, dan mitra sponsor, didukung oleh lebih dari 300 media nasional dan lokal, serta melibatkan sekitar 150 UMKM di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Festival Kampung Dongeng tidak hanya menjadi perayaan literasi, tetapi juga gerakan bersama untuk memperkuat pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia.