TREO - The Real Event Organizer

TREO - The Real Event Organizer We arrange a wonderful party for you. Wedding, bday, anniversary, gathering etc

CP : Ronald TREO

we provide anything for any party : Birthday, Wedding, Gathering,Anniversary, Reunion, etc
and most of all , We'll assist you to make your dream become reality

Makan gendut….Gak makan lemes…..Lha piye rek solusi ne?Akhirnya galau sambil memacu kuda besi  dijalanan kota tercinta y...
15/03/2021

Makan gendut….
Gak makan lemes…..

Lha piye rek solusi ne?
Akhirnya galau sambil memacu kuda besi dijalanan kota tercinta yang baru selesai tersaput gerimis.
Ketika belok di jalan Buring, mata langsung terpikat pada keramaian yang ada di sebelah kiri, oh ternyata baru ada yang buka pujasera baru.

Pojokan jalan Buring setelah belokan Bromo, tepatnya Buring #3

Akhirnya motor otomatis mati mesinnya ketika aroma semerbak tercium dari arah pujasera itu (padahal udah pake masker lho). Ketika masuk tampak jajaran pedagang kuliner yang memikat, ada Gudeg , ada Ronde Angsle, ada nasi + Se’I, tapi tatapan lapar Oom Omnivora tertuju pada kedai yang paling depan, yaitu Roti John Malang.
Langsung pesan yang paling enak menurut anda sebagai penjual apa? Omnivora manut…..
Akhirnya sang penjual langsung menyambar sebatang roti besar dengan panjang 40cm dan diolah dengan cekatan.

Mentega, telur beberapa butir, daging asap , wortel, selada kriting, beberapa macam saus, keju tampak oleh saya diaplikasikan pada roti raksasa tadi, dan final touchnya, beliau menyambar sebuah flame torch,dan dengan gaya yang sangat anti mainstream langsung diarahkan ke roti itu

Akhirnya setelah dipotong menjadi 8 pcs, tersaji di hadapan Oom Omnivora sesosok roti John raksasa itu…

Ketika dibuka dari bungkus foil-nya, langsung tercium aroma bakaran yang wangi,
Langsung suapan pertama, terdeteksi langsung kombinasi ciamik dari kelembutan roti, aroma saus BBQ asap, kecutnya tomat, kesegaran sayuran dan ditutup dengan kenyal dan gurihnya daging ayam asap…..

Tak terasa lhap lhep saja tangan ini mengambil berkoordinasi dengan mulut yang tak berhenti mengunyah…..

Benar benar kenikmatan sepanjang 40cm yang sangat worthed dengan harga yang cuma 40K saja….







TRADISI IMLEK- Menyiapkan dan menghidangkan makanan-makanan khas Sin Cia:☞ Nian Gao atau kue keranjang. Biasa juga diseb...
29/01/2021

TRADISI IMLEK
- Menyiapkan dan menghidangkan makanan-makanan khas Sin Cia:
☞ Nian Gao atau kue keranjang. Biasa juga disebut kue keranjang karena cetakannya yang terbuat dari keranjang. Nian sendiri berarti tahun dan Gao berarti kue. Gao juga homonim dengan kata “tinggi”, itulah mengapa kue keranjang sering disusun tinggi/ bertingkat-tingkat.
Makna di balik ini ialah pengharapan agar rezeki dan kemakmuran akan semakin tinggi. Pada masa silam, semakin tinggi susunan nian gao maka semakin tinggi p**a status sosial keluarga tersebut.
☞ Ikan merupakan hidangan favorit, apalagi di hari Sin Cia. Ikan adalah simbol rezeki karena bunyi karakter “ikan (yu)” sama seperti karakter: ”berlebih.”Makanya ada ungkapan “nian nian you yu” yang artinya “setiap tahun berlebih (rezekinya).”
☞ Bakmi, hidangan wajib yang juga favorit ini disajikan tanpa putus dari ujung awal ke ujung akhir (dalam satu untaian panjang). Ini simbol dan harapan agar dikaruniai “panjang umur.”
☞ Jeruk Bali Dalam bahasa Mandarin, buah jeruk disebut sebagai “ji” yang homonin dengan kata “selamat,”Jeruk Bali merupakan jenis jeruk yang berukuran paling besar, jadi berarti “besar selamat alias amat selamat.”Di pilih yang masih ada daun di dekat buahnya.”Selain jeruk Bali, jeruk dari jenis Mandarin dan Sunkist . Warnanya yang kuning (mirip warna emas) menyimbolkan kemakmuran.
☞ Aneka permen dan makanan kecil manis lainnya. Semuanya ini agar kehidupan senantiasa “manis” pada tahun baru mendatang.
Aktivitas yang TIDAK boleh dilakukan:
1. Menyapu , dianggap dapat “menyapu” rezeki keluar dari rumah,
memecahkan barang juga berarti “memecahkan” kebahagiaan dalam “memecahkan” kebahagiaan dalam hidup.
2. Penggunaan benda tajam (pisau, gunting) yg tidak pada tempatnya krn hal ini bisa dianggap tidak baik karena dapat “memotong” keberuntungan.

Itulah sebabnya aktivitas di atas diusahakan tidak dilakukan/ terjadi pada saat Sin Cia.

SEMOGA BERMANFAAT !!
=====

The Engagement of  & Vendors :Eo : Venue : .idDecor : Photography : Hampers : Photo taken by  with Samsung Galaxy M31   ...
03/12/2020

The Engagement of &

Vendors :
Eo :
Venue : .id
Decor :
Photography :
Hampers :

Photo taken by with Samsung Galaxy M31








@ The Shalimar Boutique Hotel

Happy Wedding Stefanus & EmiliaCongrats Oom Daniel "Uliek" Kilima & Tante Ajun. Semoga selalu bahagia dan penuh berkat, ...
14/11/2020

Happy Wedding Stefanus & Emilia

Congrats Oom Daniel "Uliek" Kilima & Tante Ajun. Semoga selalu bahagia dan penuh berkat, dapet tambah 1 anak cewek.... hahaha.... tunggu aja abis ini mainannya nambah lagi.... tuh tante Ajun udah ga sabar nimang cucu....

Buat bro Stefan, jangan isin2 bro... gass poll.... wkwkwk....






@ Grha Mahameru Jemursari

One step ahead to the future,One step to be the bridge of Asia......Indonesia delegation depart tonight.Will be arrive t...
12/11/2020

One step ahead to the future,
One step to be the bridge of Asia......

Indonesia delegation depart tonight.
Will be arrive tomorrow at The Land of Rising Sun....







Jarak itu sebenarnya tak pernah ada,Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan...
05/06/2020

Jarak itu sebenarnya tak pernah ada,
Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan...









10/04/2020

The situation is tough.
Let's fight it , hand in hand.
This storm may be hard.
But we can make it through.
Together we can do it.
Heal the world.

Kudos to all medical staff n covid survivor.
All of our pray for you....

Credit :
Thanks for all collaborators.





Dua hati yang sebelumnya terpisah , kini telah dipertemukan.Adalah takdir Tuhan yang telah menyatukan,takdir p**a lah ya...
02/11/2019

Dua hati yang sebelumnya terpisah , kini telah dipertemukan.
Adalah takdir Tuhan yang telah menyatukan,
takdir p**a lah yang akan membimbing dan menyelesaikan.
Doa terindah yang dapat kita berikan pada mereka......
Semoga selalu dapat mengerti dan menerima apa adanya.....


Organized by








THE BUBBLE AND THE BUTTERFLYMungkin ada di antara kita yang tidak mengenal Jean-Dominique Bauby.Ia pemimpin redaksi maja...
28/09/2019

THE BUBBLE AND THE BUTTERFLY

Mungkin ada di antara kita yang tidak mengenal Jean-Dominique Bauby.

Ia pemimpin redaksi majalah terkenal Perancis 'Elle'.

Tahun 1996 ia meninggal pada usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoar yang "ditulisnya" secara istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly), yang mengisahkan tentang sang pemimpin redaksi itu.

Pada 1995 Jean terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh.

Ia mengalami apa yang disebut 'locked-in syndrome', kelumpuhan total yang ia sebut 'seperti pikiran di dalam botol'.

Memang Jean masih bisa berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak.

Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kiri.

Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga dan teman-temannya.

Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya.

Sampai tersusun sebuah kalimat yang dimengerti oleh dokter atau perawatnya.

Demikian p**a cara Jean menulis artikel.

Hingga menjadi sebuah buku.!

"Bukan main.!", kata setiap orang yang membaca kisahnya.

Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa.

Namun, kalau kita disuruh menulis dengan cara si Jean, barangkali kita harus menangis dulu berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup si Jean untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa.

Ia meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan.

Nah, berapa pun problem dan stress hidup kita, tiada artinya jika dibandingkan dengan problem si Jean.

Dalam memoarnya ia menulis :
"Aku akan jadi orang paling bahagia di dunia ini, jika aku bisa menelan ludahku saja."

Bisa dibayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu, sementara banyak orang yang masih bisa makan bakmi, atau nasi padang, mengeluh setiap hari, sepanjang tahun.

Apa lagi yang dikerjakan Jean dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku ?

Ia mendirikan asosiasi penderita 'locked-in syndrome' untuk membantu keluarga penderita.
Ia juga menjadi 'bintang film' sebagai pemeran utama dalam film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisah Jean.

Ia merencanakan untuk menulis, menulis dan menulis buku selanjutnya.

Pokoknya ia hidup 'to celebrate life, to do something good for others'.
(mensyukuri hidup ini, dengan melakukan kebaikan bagi orang lain)

***

Saudaraku...

Adakah arti kisah nyata si Jean buat kita ?

Betapa pun dahsyat masalah kita saat ini, stress berat, konflik batin dengan diri sendiri maupun orang lain, tak bahagia dengan pasangan, kebutuhan hidup tak terpenuhi, baru saja di-PHK dst, saya yakin kita masih bisa menelan ludah bukan ?

Mari, kita jangan terus menjadi whiner (pengeluh, pecundang), melainkan jadi winner (pemenang) atas kehidupan ini.

Bersukacitalah senantiasa.
Tetaplah berdoa.
Bersyukurlah dalam segala hal.

Ketika aku tersenyum bukan berarti hidupku sempurna.

Aku hanya mensyukuri apa yg aku punya dan apa yg telah ALLAH berikan untukku.

SELAMAT PAGI

BERPIKIR VS MENGHAFAL.Pada hari Selasa, 28 Maret 2016, dua tahun yang lalu ada temanku, seorang guru, bertanya padaku : ...
15/07/2019

BERPIKIR VS MENGHAFAL.

Pada hari Selasa, 28 Maret 2016, dua tahun yang lalu ada temanku, seorang guru, bertanya padaku :
“Na... kamu kan mendalami ilmu psikologi, critical thinking dan edukasi, kira-kira gimana cara menyiapkan generasi mendatang?”

Aku bertanya balik :
“Lha apa yang diperlukan oleh anak-anak di masa depan?”
“Menghafal ilmu pengetahuan? Buat apa menghafal? Google sudah ada, Wikipedia juga. Search engine lain juga bermunculan. Kalau mau tahu sesuatu, tinggal comot buku atau tinggal click internet. Ya kan?”

“Iya, apalagi ilmu pengetahuan juga terus berkembang. Banyak temuan baru, sehingga ilmu lama jadi obsolate sudah nggak berlaku lagi”, jawabnya.

“Nah itulah, kan?”

“Jadi bagaimana, masa anak-anak nggak perlu sekolah karena semua informasi dan ilmu sudah ada di internet?” dia menggaruk-garuk kepalanya.

Aku ketawa. Ingat nasibku sendiri.
“Ku kasih tahu ya, aku ini sebenernya kewalahan lho dengan arus informasi seperti sekarang. Rasanya seperti kena banjir bandang.”

“Kenapa seperti kena banjir bandang?”

“Bayangkan saja, setiap hari kita dikepung dengan berita. Aku harus TERUS-TERUSAN menganalisa data & informasi. Lalu memilah-milahnya : mana yang benar dan mana yang hoax. Belum lagi mencermati mana tulisan yang satir. Beberapa kali aku upload berita dan foto hoax. Padahal sudah kupilih sumbernya. Masih saja kecolongan.”

“Lalu?”

“Ya artinya, masalah generasi mendatang bukanlah KEKURANGAN ILMU, tapi apakah MAMPU BERPIKIR untuk mengolah atau memproses semua informasi yang ada..”

Lalu aku meneruskan,
“Artinya, sekolah-sekolah harus MEROMBAK KURIKULUMNYA. Harus mulai mengajarkan THINKING SKILL ke anak didik untuk memproses banyaknya info dan pengetahuan tersebut.”

Aku lalu bercerita.......

Beberapa tahun lalu, seorang ahli pendidikan dari Cambridge datang ke sekolah anakku. Bikin seminar singkat buat para orang tua murid.

Dia cuma mengajukan 3 pertanyaan yang bikin kami mikir jungkir-balik ketika itu :

1. Sambil mengacungkan HPnya ke atas, dia tanya "Dua puluh tahun lalu adakah yang bisa membayangkan bahwa telepon akan seperti sekarang ini? Bisa memotret, mencatat resep, berkirim surat dan dokumen, berkirim foto? Bisa menampilkan peta dan rute jalanan, bahkan bisa merekam kegiatan fisik anda sudah berjalan kaki sejauh berapa kilometer & sudah membakar berapa kalori? Sebuah telepon yang bisa dipakai membuat presentasi dan mengirimkannya ke benua lain?"

Saat itu ruang auditorium bergemuruh dengan suara-suara orang tua saling diskusi.

Dulu telpon cuma bisa buat bicara saja ya? Dan bisa SMSan saja sudah berasa canggih..

Lalu profesor dari Cambridge itu bertanya lagi :

2. “Sekarang, bisakah kita membayangkan, alat ini akan bisa apa saja dalam 10 th ke depan atau 20th ke depan?”

Ruang auditorium jadi senyap...
Entah apa yang ada di kepala orang orang tua tsb, tapi aku berpikir jangan-jangan, 20 tahun lagi alat telpon sudah bisa jadi moda transport ke dimensi lain.

Sang profesor bertanya lagi :
“Jika kita bahkan tidak bisa membayangkan 25 th lagi kemajuan akan seperti apa... lalu bagaimana kita sebagai orang tua dan guru, bisa memberikan BEKAL? Bekal yang mana yang harus diberikan?”

Aku merasa seperti ulu hatiku ditonjok dengan keras.

Benar sekali..
Membayangkan masa depan saja, kita tidak mampu, bagaimana bisa memberi bekal ke anak-anak untuk menghadapi masa depan?

Tiba tiba guru itu, berseru,
“ROMBAK ULANG SEMUA MATA PELAJARAN..”

Betul. Sejak itu, sekolah anakku merombak sistem belajarnya:
70% waktu dipakai untuk belajar berpikir.
30% nya untuk mendalami materi.

Sebuah mata pelajaran baru diciptakan, namanya :

1. INQUIRY LEARNING.
Di pelajaran ini, anak-anak diajarkan :

—> CARA BERTANYA. Kenapa? Karena, dengan skill bertanya yang baik, seseorang akan mendapatkan banyak jawaban.
Ingat Najwa Shihab? Dia tidak akan banyak mendapatkan informasi kalau nggak pintar bertanya.

—> MENCARI JAWABAN SECARA MANDIRI. Berapa banyak orang yang punya gadget? Hampir semua orang punya. Mulai dari anak SD, ibu rumah tangga, tukang jual bakso, sampai direktur. Tapi berapa banyak yang mampu mencari jawaban lewat internet lalu memilah-milah mana informasi yang valid dan yang hoax?

—> THINKING SKILLS (kemampuan berpikir kritis dan konstruktif)

2.Pelajaran Matematika juga dirombak. Memakai metode baru dimana rumus tidak lagi harus baku, tapi guru memberikan kebebasan bagi murid untuk mencari jawaban dengan aneka cara, proses, dan jalan. Bahkan, guru matematika melarangku memasukkan anakku ke les matematika yang bersifat drilling. Kenapa..? Karena yang dituju saat ini adalah : terbangunnya LOGIKA MATEMATIKA pada anak didik. Bukan cepet-cepetan memberikan jawaban, hasil dari drilling. Well, akhirnya terbukti sih. Anakku pernah jadi juara dua lomba matematika se asia tenggara, padahal gak pernah les apa-apa.

Lalu anak didik mulai diajak melakukan :
3. Experimental Science.

4. Riset dan presentasi.

5. Membaca 1 buku setiap hari.

Di sekolah anakku, kewajiban membaca ini 'dipaksakan' dari kelas 1 SD sampai kelas 4 SD. Tiap hari harus mengisi reading log/daftar bacaan yg sudah selesai dibaca, dan ortu harus ikut baca dan kasih tanda tangan.

Anak harus ditanya :
- apa yg kamu tangkap dari bacaan ini?

Besoknya anak disuruh cerita di kelas, tentang isi bacaannya.
Guru-guru dituntut untuk menyemaikan thinking skills, salah satunya dengan cara membiasakan diskusi 2 arah untuk membangun keterampilan berpikir.

Topik geografi & sejarah, tetap diajarkan, tapi HANYA SEBAGAI MATERI BAHASAN (alias dipakai sebagai bahan diskusi) untuk mengembangkan KETERAMPILAN BERPIKIR yang tertuang di nomor 1, 3, dan 4 di atas. Topik politik, agama, dinamika sosial juga dipakai (dengan cacatan : bukan sebagai bahan hafalan, tetapi latihan berpikir kritis dan mengembangkan nurani)

Praktek ini berlaku untuk SD & SMP.
Thinking skills harus digarap dengan sangat fokus di masa-masa ini.

Setelah ‘processor’ di kepalanya jadi, anak-anak akan siap memproses apa saja. Memikirkan & merenungkan apa saja.

Mereka akan siap menghadapi jaman, yang kita (para guru dan ortu) tidak mampu membayangkan....

Dulu, tahun 1970an, kakekku pernah berpesan :
“Banyaklah belajar, jadilah GUDANG ilmu.”

Tapi, di tahun 2019 ini aku akan berpesan ke generasi muda:
“Banyaklah berpikir, jadilah PABRIK ilmu. Menciptakan ilmu dan temuan baru. Bukan cuma jadi gudang penyimpan ilmu. Urusan itu biar dilakukan oleh Google....”

(Terima kasih Dewi Maharani untuk sharingnya, dari FB Nana Nene Nenong)

Selamat menempuh hidup perkawinan bro  & Sist  Semoga keluarga rukun dan bahagia. Tuhan memberkati selalu… Organized by ...
09/07/2019

Selamat menempuh hidup perkawinan bro & Sist
Semoga keluarga rukun dan bahagia. Tuhan memberkati selalu…

Organized by
Photo & Video
MC .n
Decoration .florist.decoration
Taart
Music .music
Sound
Usherettes
Lighting
multimedia
Venue









31/05/2019

NGINANG...
begitulah orang jawa mengatakan

Nginang atau nyusur adalah sebuah kebiasaan orang jawa jaman dahulu dalam memadukan komposisi rempah alam seperti daun sirih, enjet (adonan kapur), gambir, buah jambe (pinang) dan rajangan tembakau (cekakik), untuk dikunyah sambil digosok gosokkan gigi biar menjadi bersih dan kuat dengan menimbulkan cairan merah yang diludahkan (TIDAK DITELAN KARENA BERBAHAYA) yang bernama DUBANG..........

Dan kita dalam pemilu yang baru selesai hendaknya sudah sepantasnya belajar dari filosofi NGINANG ini,memilih wakil wakil rakyat yang dalam dalam konteks nginang ini ibaratkan ada sirih,enjet,gambir,pinang,dan cekakik lalu kita kunyah agar keluar cairan warna merah yang berarti keberanian.

Dan kita gunakan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa ini , ibaratkan seperti putihnya gigi, dan jangan sampai lupa setelah selesai, kita ludahkan dubang dubang itu,bukannya pada sibuk terus mencaci sesama bangsamu....

Buang dubang-mu sekarang juga kawanku....
Jangan biarkan merahnya kotori hati-mu
Mari bersatu dalam putih sucinya perjuangan memajukan bangsa...

Address

Jalan Cendana 7
Malang
65147

Telephone

0888 0333 5889

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TREO - The Real Event Organizer posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share