KUA Kepung Kediri

KUA Kepung Kediri KUA Kepung Kediri Jawa Timur

POLEMIK MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM (Part-2)Jika Al Imam Ibni Hajar Al-Haitamiy berpendapat bahwa yg dimaksud dengan  الم...
28/07/2025

POLEMIK MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM (Part-2)

Jika Al Imam Ibni Hajar Al-Haitamiy berpendapat bahwa yg dimaksud dengan المسح (mengusap) dalam hadits Nabi saw. adalah benar-benar mengusap kepala yatim, maka berbeda denga pendapat Al Imam At-Thibiy yang dicuplik oleh Al Imam Al Mala Ali Al-Qoriy Al-Hanafiy (ulama' madzhab Hanafi) dalam kitabnya Martul Mafatih yg menyatakan bahwa yang di maksud dengan المسح (mengusap kepala yatim) adalah makna kinayah (bukan makna sebenarnya), yaitu kinayah dari kasih sayang, belas kasih, dan berbuat kelembutan dan cinta pada yatim.

وعن أبي أمامة أي الباهلي قال قال رسول الله من مسح رأس يتيم وكذا حكم اليتيمة بل هي الأولى بالحنية لضعفها ثم التنكير يفيد العموم فيشمل القريب والأجنبي يكون عنده أو عند غيره لم يمسحه حال من فاعل مسح أي والحال أنه لم يمسح رأس اليتيم إلا لله أي لا لغرض سواه كان له أي للماسح بكل شعرة بسكون العين ويفتح أي بكل واحدة من شعر رأسه يمر بالتذكير ويؤنث من المرور أي يأتي عليها وكذا حكم محاذيها يده وفي نسخة من الإمرار ففاعله ضمير الماسح ويده مفعوله حسنات بالرفع على اسم كان والظاهر أن الحسنات مختلفة كمية وكيفية باعتبار تحسين النيات قال الطيبي مسح رأس اليتيم كناية عن الشفقة والتلطف إليه ولما لم تكن الكناية منافية لإرادة الحقيقة لإمكان الجمع بينهما كما تقول فلان طويل النجاد وتريد طول قامته مع طول علاقة سيفه رتب عليه قوله بكل شعرة يمر عليه يده ومن أحسن إلى يتيمة أو يتيم قيل أو للتنويع وقدم اليتيمة لأنها أحوج والظاهر أنه شك من أحد الرواة وقع في غير محله لأن حكم اليتيم قد علم مما سبق ففي هذه الفقرة جير اليتيمة باللطف اللهم إلا أن يخص الإحسان بالأنعام والإنفاق ونحوهما مما يغاير معنى مطلق الإحسان الشامل للمسح

Kesimp**annya ; polemik tentang المسح atau مسح رأس اليتيم kiranya dapat disudahi tanpa celaan, hujatan, dan atau saling menyalahkan. Toh, beberapa penjelasan yg disampaikan oleh tokoh-tokoh agama ternyata sama-sama memiliki dasar dari ulama-ulama yang memiliki kredibilitas dalam mengartikan atau menafsiri hadits Nabi saw.

Baik mengusap kepala dg makna hakiki, maupun mengusap dg makna kinayah ; cinta kasih, berbuat lembut, dan menyayangi yatim, keduanya benar dengan dasar masing-masing analisis ulama tsb.

Alhasil hal ini bisa dipraktekkan, dengan mempertimbangan beberapa faktor dan kondisi tentunya.

1. Jika mengusap kepalanya dirasa menjadikan si yatim tidak nyaman, malu, atau menjadikan beban mental atau moral baginya, maka lebih elok jika kita menyantuni, mengasihi dan menyayanginya dengan tanpa mengusap kepalanya.

2. Jika dirasa mengusap kepalanya tidak menimbulkan efek negatif bagi perasaan si yatim, bahkan benar-benar menjadikannya nyaman, merasa terlindungi, dan disayangi maka eloknya hal ini bisa dilakukan.

3. Bagi komentator (warga yg s**a berkomentar pada acara santunan anak yatim) dengan komentar-komentar yg miring, hendaknya tidak dilakukan, karena pada hakikatnya kita tidak tahu yg sebenarnya apa yg ada di dalam hati anak yatim saat dinaikkan panggung, diberi hadiah (santunan) dan diusap kepalanya.

4. Bagi donatur di acara santunan, apa yang sudah dilakukan pada umumnya (memberi santunan dan mengusap kepala yatim pada acara-acara ceremony di bulan Muharram) ini merupakan perbuatan baik, dan dianjurkan Nabi. Tapi alangkah lebih baik lagi jika menyantuni, menyayangi, dan mengupayakan tercukupinya kebutuhan yatim ini bisa dilakukan di bulan-bulan yg lain, tidak hanya saat ada ceremony pada bulan Muharram saja.

POLEMIK MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM (Part-1)Terdapat beberapa pandangan di masyarakat tentang "mengusap kepala yatim" yan...
28/07/2025

POLEMIK MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM (Part-1)

Terdapat beberapa pandangan di masyarakat tentang "mengusap kepala yatim" yang pernah disampaikan Nabi saw. dan dikatakan keutamaannya.

Bahkan diantara pemuka agama (muballigh) ada beberapa pandangan yang berbeda tentang hal ini. Ada yang mengatakan, "Tidak penting mengusap, yang lebih paling adalah menyantuninya". Ada juga yang bilang, "Nabi bilang mengusap, ya (artinya) mengusap, toh dijelaskan p**a pahala (keutamaannya)". Dan tidak sedikit p**a yang berkata, "Mengusap itu ya baik, karena menunjukkan rasa sayang dan belas kasih. Tidak mengusap tapi peduli dan menyantuni itu juga baik".

Sebenarnya seperti apa kata Nabi ? Dan apa yang dimaksud oleh beliau ? Apakah benar-benar mengusap, atau tidak penting mengusap asalkan pedulu?

Berikut perbedaan pendapat Ulama tentang makna "mengusap kepala yatim" yg haditsnya masyhur saat momen 10 Muharram ini.

1. Pendapat Ibni Hajar Al-Haitamiy : Yang dimaksud dengan "mengusap kepala yatim" adalah benar-benar mengusapnya, sehingga bisa dikatakan hadits mengusap (masha) ini yg dikehendaki adalah makna hakiki. Ini adalah hasil analisi beliau atas hadits berikut ;
من مسح رأس يتيم لم يمسحه إلا لله كان له بكل شعرة تمر عليها يده عشر حسنات ومن أحسن إلى يتيمة أو يتيم عنده كنت أنا وهو في الجنة كهاتين وقرن بين أصبعيه

Artinya : Barang siapa mengusap kepala yatim hanya karena (mengharap ridha) Allah maka baginya 10 kebaikan dari tiap-tiap rambut yang diusapnya, dan barang siapa berbuat baik (menyantuni, merawat, menyukupi kebutuhan) yatim maka aku (Nabi) dan orang tersebut kelak di surga seperti dua (jari ini), Nabi berkata itu sambil mengacungkan/menyandingkan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Menurut Al-Haitamiy yang dimaksud dengan مسح رأس يتيم adalah makna hakikat yaitu mengusap kepala yatim, bukan berbuat baik atau menyantuninya. Hal ini didasari oleh kalimat berikutnya di dalam hadits itu sendiri ; ومن أحسن إلى يتيمة أو يتيم .....

Jika kata مسح diartikan berbuat baik atau menyantuninya maka pastinya di kalimat belakang Nabi tidak akan melanjutkan dg kata أحسن karena Nabi menyendirikan (membedakan) keutamaan atau pahalanya masing-masing. (Bersambung Part-2).

PEMBAGIAN I'TIQAD MANUSIA TENTANG SABAB-MUSABBABBulan Muharram, dalam kalender Hijriyah, atau bulan Suro, seperti sebuta...
28/07/2025

PEMBAGIAN I'TIQAD MANUSIA TENTANG SABAB-MUSABBAB

Bulan Muharram, dalam kalender Hijriyah, atau bulan Suro, seperti sebutan yg diberikan oleh orang Jawa pada bulan tsb, adalah bulan yang baik dan mulia, tapi sekaligus dianggap membawa kenaasan (celaka). Maka dari itu bagi orang Jawa "haram" hukumnya mengadakan hal-hal yang bersifat euforia, karena di bulan ini, menurut filosofi Jawa adalah bulan berkabung, atas hal-hal yang menimpa pada keluarga Nabi SAW.

Beberapa larangan tersebut antara lain :
1. Dilarang menggelar pesta, seperti pernikahan, khitanan, karena biasanya yg menikah atau keluarganya akan mendapat kesialan, misalnya akan berpisah atau meninggal keluarganya. Atau yang dikhitan akan mendapat celaka.

2. Dilarang bepergian jauh yg tanpa ada hajat/kepentingan, karena biasanya akan mendapatkan malapetaka.

3. Dilarang (memulai) membuat rumah, karena nanti tidak akan menjadikan nyaman penghuninya.

Dan beberapa larangan yang lain.

Atas larangan-larangan dan keyakinan akan resikonya tersebut, bagaimana Islam menghukumi ?

Asy-Syaikh Ibrahim Al Bajuri menjelaskan dalam kitab _Tuhfatul Murid Ala Jauharatit Tauhid_ sebagai berikut :

تحفة المريد [ 57 ]
فمن اعتقد أن الأسباب بالعادية كالنار والسكين والأكل والشرب تؤثر في مسبباتها الحرق والقطع والشبع والري بطبعها وذاتها فهو كافر بالإجماع أو بقوة خلقها الله فيها ففي كفره قولان والأصح أنه ليس بكافر بل فاسق مبتدع ومثل القائلين بذلك المعتزلة القائلون بأن العبد يخلق أفعال نفسه الاختيارية بقدرة خلقها الله فيه فالأصح عدم كفرهم ومن اعتقد المؤثر هو الله لكن جعل الأسباب ومسبباتها تلازما عقليا بحيث لا يصح تخلفها فهو جاهل وربما جره ذلك إلى الكفر فإنه قد ينكر معجزات الأنبياء لكونها على خلاف العادة ومن اعتقد أن المؤثر هو الله وجعل بين الأسباب والمسببات تلازما عادي بحيث يصح تخلفها فهو المؤمن الناجي إن شاء الله اهـ

Contoh ; Api bisa membakar, pisau bisa memotong, makan bisa menjadikan kenyang, menikah di bulan Suro akan berpisah atau mendapat sial, bepergian jauh di bulan Suro akan mendapat kesialan.

Dalam contoh di atas
---> Asbab/sebab ; Api, pisau, makan, menggelar pernikahan di bulan Suro, bepergian di bulan Suro.

---> Musabbab ; membakar, memotong, kenyang, berpisah, mendapat kesialan

Pembagian i'tiqad (keyakinan) manusia terhadap sabab-musabbab adalah sbb ;

1. Seseorang yg meyakini bahwa asbab menurut adat dapat memberi atsar (labet : Jawa) pada musabab2nya maka orang ini dihukumi kufur.

2. Atau seseorang meyakini bahwa Allah memberikan kekuatan pada sebab/asbab sehingga dapat memberikan atsar (labet) pada musabbab maka orang ini menurut qaul ashah dihukumi fasiq, tidak sampai kafir. Menurut muqabil ashah tetap dihukumi kufuur.

3. atau jika ada yg punya keyakinan bahwa yg memberikan atsar (labet) adalah Allah, akan tetapi Allah memberlakukan keterkaitan (talazum aqli) antara sebab dan musabbab sehingga adanya sebab pasti menetapkan terjadinya musabbab, maka orang ini dikatakan sebagai orang Jahil yg sangat rawan menjadi kufur dg sebab keyakinannya.

4. atau jika ada yg berkeyakinan bahwa al muatsir (sing nglabeti) adalah Allah dan Allah menjadikan sebab-musabbab hanyalah sebagai keterkaitan/saling menetapakan yg bersifat kebiasaan saja (talazum 'aadiy) maka orang ini termasuk golongan al mukmin an najiy (mukmin yg selamat)

// Tuhfatul Murid ala Syarhi Jauharatut Tauhid Lil Bajuriy hal. 54//

Selamat atas dilantiknya bapak M. Jauharuddin Fauzi Wahid, S.HI., sebagai Kepala KUA Kepung.Semoga senantiasa diberikan ...
30/06/2025

Selamat atas dilantiknya bapak M. Jauharuddin Fauzi Wahid, S.HI., sebagai Kepala KUA Kepung.

Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalankan amanahnya.

Selamat dan Sukses!
Atas dilantiknya M. Jauharuddin Fauzi Wahid, S.HI. sebagai Kepala KUA Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

Pelantikan dilaksanakan pada Senin, 30 Juni 2025, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan amanah baru.

📝 H. Achmad Fa’iz, S.Ag., M.H.I.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri

INFORMASI PELAYANAN KUA KEPUNG
06/06/2025

INFORMASI PELAYANAN KUA KEPUNG

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1446 H.
06/06/2025

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1446 H.

SELAMAT DAN SEMOGA SUKSESSelamat atas dilantiknya pegawai KUA Kepung sebagai Aparatur Sipil Negara PPPK 2025 :1. Deni Wa...
28/05/2025

SELAMAT DAN SEMOGA SUKSES

Selamat atas dilantiknya pegawai KUA Kepung sebagai Aparatur Sipil Negara PPPK 2025 :

1. Deni Wahyu Setiawan, SH. sebagai Penata Layanan Operasional Seksi BIMAS Kankemenag Kabupaten Kediri
2. Ahmad Masrukhi sebagai Pengelola Umum Operasional KUA Kepung
3. Muntolib, sebagai Operator Layanan Operasional KUA Kepung
4. Lahuri, sebagai Pengelola Umum Operasional KUA Kepung
5. Ainurrofiq, sebagai Operator Layanan Operasional KUA Kepung

Semoga diberi kemudahan, kelancaran, dan pertolongan Allah dalam mengemban amanah







Kurban (bag. 1)
23/05/2025

Kurban (bag. 1)

20/05/2025

PENGUATAN EKOTEOLOGI DENGAN MENANAM BIBIT POHON

Kementerian Agama RI menginisiasi penanaman sejuta bibit pohon bagi para pegawainya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari pengejawantahan misi manusia sebagai khalifah fil ardl.

Allah berfirman :
وإذقال ربك للملائكة إني جاعل في لأرض خليفة // البقرة : ٣٠//
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para Malaikat 'Sesungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di bumi' ".

Dengan ini, manusia diberi tanggung jawab mengelola, menjaga, dan bahkan melestarikan alam.

ALUR PENGAJUAN PENGUKURAN/ KALIBRASI ARAH KIBLAT MASJID/ MUSHOLLA.Assalamu'alaikum.Bapak, Ibu, dan seluruh warga kecamat...
05/05/2025

ALUR PENGAJUAN PENGUKURAN/ KALIBRASI ARAH KIBLAT MASJID/ MUSHOLLA.

Assalamu'alaikum.

Bapak, Ibu, dan seluruh warga kecamatan Kepung, bagi masjid dan musholla anda yang belum memiliki Sertifikat Arah Kiblat silahkan segera didaftarkan ke Kantor KUA ya.

Petugas ukur/kalibrasi akan datang sesuai dengan jadwal yg disepakati dan melakukan pengukuran. Semua kegiatan ini TIDAK DIPUNGUT BIAYA alias Gratis.

Silahkan download contoh Surat Permohonan Pengukuran/Kalibrasi Arah Kiblat pada link berikut : bit.ly/4d6aWX5

Wassalamu'alaikum

Selamat Hari Pendidikan Nasional Pendidikan tidak hanya sekedar tentang memperoleh ilmu, melainkan membentuk karakter, a...
02/05/2025

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Pendidikan tidak hanya sekedar tentang memperoleh ilmu, melainkan membentuk karakter, akhlak, dan spiritualitas, untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya pendidikan tersirat dalam sejarah turunnya Ayat Al Quran pertama kali, yakni surat Al 'Alaq di ayat pertama memerintahkan untuk membaca, yang menjadi interpretasi dari salah satu kegiatan belajar (mencari ilmu).

اقرأ باسمك الذي خلق (العلق : ١)

Oleh karenanya As Syaikh Az-Zarnuji dalam Ta'lim Muta'allim menyutur syair :

تعلم فإن العلم زين لأهله # وفضل وعنوان لكل المحامد







Address

Jalan Harinjing No. 272, Karang Dinoyo, Kepung, Kec. Kepung
Kediri
64293

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KUA Kepung Kediri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share