08/07/2014
Jokowi : Satrio Piningit
Oleh : F.X. Oerip. S. Poerwopoespito.
Bagi orang Jawa satrio adalah type laki-laki dambaan, karena orang seperti itulah yang mamapu membuat masyarakat Sejahtera.
Ciri seorang satrio adalah :
1. Berbudi Pekerti luhur.
Esensi budi pekerti adalah menyenangkan orang lain,mengapa seorang satrio berusaha menyenangkan orang lain karena itu berarti menyenangkan tuhan. Karena umat manusia itu ciptaan tuhan maka menyenangkan orang berarti itu menyenagkan tuhan.
Dalam kampanye Pilpres, Jokowi tidak pernah menyakiti lawan politiknya atau yang lebih popular tidak melakukan kampanye hitam.
2. Seorang satrio itu berusaha membumikan konsep “MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI”
Pada waktu Jokowi menjadi walikota Solo, lalu menjadi gubernur DKI Jakarta dan terakhir pada waktu kampanye Pilpres, dia melakukan “Blus**an” ke pasar, kampong-kampung menemui rakyat kecil.
“Blus**an” yang dilakukan oleh seorang pemimpin itu bukan hal sederhana karena merupakan aktualisasi “Manunggaling kawulo lan gusti” menemui, mendengarkan keluhan rakyat, memahami kesulitan rakyat, melihat problem rakyat sebagai kawulo, naka disinilah proses “Manunggaling kawulo lan Gusti”.
Pemimpin adalah rakyat, rakyat adalah pemimpin maka terbentuklah satu kesatuan antara jiwa pemimpin dan jiwa rakyat. Maka yang lahir dari pemimpin yang blus**an, pemimpin yang manunggal dengan kaulanya adalah kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Maka pada waktu menjadi gubernur DKI Jakarta, yang lahir bukan Mall-mall baru tetapi kartu Jakarta Sehat. Kartu Jakarta Pintar, pengerukan Setu, Kampung deret, dan sodetan kali Ciliwung.
3. Satrio itu menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan Pribadi.
Tidak diambilnya gaji walikota maupun gubernur menunjukan Jokowi lebih mementingkan Bangsa dan Negara di atas kepentingan Pribadi.
4. Satrio Piningit itu kemunculannya pada saat yang tepat dan tidak terduga.
Sekarang ini bangsa dan Negara Indonesia berada pada kondisi yang kritis karena budi pekerti rakyatnya, terlebih-lebih pemimpinya berda pada Titik nadir.
Siapa menduga laki-laki yang berpenampilan sederhana dari Keluarga sederhana, yang kharismatis karena kebijakannya sebagai seorang pemimpin.
Kesimpulannya adalah Jokowi memang benar-benar Satrio Piningit yang sangat didambakan oleh rakyat untuk tampil sebagai orang pertama di Indonesia !
Sebagai penutup kami kutip”SERAT SABDA JATI”
Mengatruh :
1. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu;
MarGAne s**a basuki;
Dimen luWAR kang kinayun;
Kalising panggawe SIsip;
Ingkang TAberi prihatos.
Terjemahannya :
1. Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan,
agar mendapat kegmbiraan seta keselamatan serta tercapai segala cita-cita,
terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan,
caranya haruslah gemar prihatin