Airlines Day 2012

Airlines Day 2012 Airshow2012 is an Airlines event which will be held the 3rd and 4th April 2012

The Airlines Day 2012 conference will focus indepth discussion on policy-regulations, Safety-Security, Investment, Infrastructure, HRD and airport Operations which will be attended by the Indonesian government and the major player of Indonesian airlines as well as erlated associations.

complicated lego but brings tons of human and goods on air
17/07/2012

complicated lego but brings tons of human and goods on air

The 152,455-piece Lego Rolls-Royce Trent engine may be the most complex Lego machine ever built, but it's nothing compared to the real thing. This awe-inspiring time lapse video shows how they build the turbo-fan engine that powers some of the most pop**ar airliners in the world, including the...

16/05/2012

Sriwijaya Air dengan Desain, Logo dan Citra Baru

Melalui Siaran Pers 15 Mei 2012, Sriwijaya telah meresemikan Logo dan Desain Pencitraan dengan symbol “Sriwijaya Air Corporate Culture” dengan kombinasi Putih-Suci dan Bersih yang terjaga dalam kegiatan sehar-hari insan Sriwijaya Air dalam bekerja, merah-Berani dan Bijak serta biru-angkasa yang seluruhannya melinkari badan pesawat dengant filsafat simbol cinta yang artinya keseluruhan manajeman Sriwijaya memiliki rasa cinta dan kepemilikan terhadap perusahaan, menurut Senior Manager Corporate Communication Agus Soedjono.

Untuk urusan seragam awak kabin yang lebih luwes, lincah dan elegan serta sopan mendapat sentuhan dari perancang kenamaan Oscar Lawalata.

Sriwijaya air kedepannya tidak hanya menyediakan kelas ekonomi namun juga kelas eksekutif disetiap pesawat Boeing 737-800 NG, Boeing 737-500, Boeing 737-400 dan Boeing 737-300untuk memberikan pilihan kepada para pelanggannya.

Hingga saat ini, Sriwijaya Air memiliki armada 31 pesawat dan akan melayani rute baru Jakarta Papua terhitung dari 21 Mei 2012. (HS/LCM)

14/05/2012

Antisipasi Mogok Pilot Merpati akan Alihkan Penumpang
Senin, 14 Mei 2012 8:42 |
Sumber: Investor Daily |

JAKARTA- Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) akan menyatukan sejumlah jadwal penerbangan termasuk mengalihkan calon penumpang kepada maskapai lainnya mengantisipasi jika para pilot Merpati melakukan mogok terbang.

"Kalau memang para pilot benar mogok maka kita menyiapkan solusi yaitu menjadikan satu sejumlah jadwal penerbangan," Humas Merpati Sudarto, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (13/5) .

Sebelumnya, pada Minggu pagi, sebanyak 68 orang pilot maskapai itu menandatangani rencana mogok terbang yang akan dilakukan pada Senin (14/5).

Para penerbang tersebut menuntut agar Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak mengganti Direktur Utama Merpati Sardjono Jhonny Tjitrokusumo.

Menurut Sudiarto, jika aksi mogok benar dilaksanakan dipastikan akan mengganggu operasional penerbangan Merpati yang tidak merugikan masyarakat tetapi kepada perseroan.

"Kalau rute kota-kota besar bisa diantisipasi dengan mengalihkan penumpang kepada penerbangan lain. Tapi yang sulit adalah untuk rute-rute perintis yang hanya diterbangi Merpati. Ini yang menjadi masalah," kata Sudiarto.

Ia mengakui, rencana aksi para pilot tersebut merupakan hak seorang pekerja, namun ada baiknya jika aspirasi tidak dituangkan dalam mogok kerja.

"Kunci utama maskapai penerbangan ada di tangan pilot. Seluruh airline di dunia akan kolaps jika memiliki masalah dengan para pilotnya," tegas Sudiarto.

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu mencari pilot pengganti tentu tidak mudah, karena di Indonesia saat ini sangat kekurangan pilot.

Ia menambahkan jumlah pilot Merpati saat ini sekitar 390 orang, yang melayani sebanyak 178 frekuensi penerbangan di seluruh rute Merpati baik di domestik maupun internasional.

Maskapai yang didirikan pada 6 September 1962 ini, saat ini mengoperasikan sekitar 33 pesawat yang menerbangi sekitar 87 kota tujuan.(ant/hrb)

10/05/2012

Ada apa dengan Sukhoi.

Bahasan mengenai pesawat Sukhoi Superjet 100 hilang kontak saat melakukan uji terbang pada hari ini di TVOne.

Akan hadir Bapak Capt. Hasfrinsyah Hs. dari Federasi Pilot Indonesia.

10/05/2012

Sukhoi Superjet 100 Hilang

Pesawat Sukhoi Superjet 100 hilanmg kontak saat melakukan uji terbang (Joy flight) disekitar Gunung Salak dengan lokasi antara Kabupaten S**a Bumu dan Bogor.

Pesawat tersebut diperkirakan berpenumpang 50 orang dan hingga saat ini Basarnas masih melakukan pencarian dengan fokus di sekitar Gunung Salak.

Bandara Halim Perdanakusumah saat ini telah membuka Crisis Center yang akan dipergunakan oleh Komite yang terdiri dari pejabat Angkasa Pura dan perwakilan dari maskapai penerbangan terkait dengan pencarian pesawat yang hilang tersebut.

09/05/2012

Akhirnya Boeing Beri "Offset" kepada Indonesia
I Made AsdhianA, Rabu, 9 Mei 2012, 15:12 WIB |
Sumber: Kompsa |

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat terbesar di AS, Boeing Company akhirnya akan memberi offset kepada Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Patty Djalal, Rabu (9/5/2012) di Jakarta. “Akhirnya Boeing memberi offset ke kita setelah bertahun-tahun kita perjuangkan,” ujar Dino di Kantor Kementerian Perhubungan.

Offset merupakan praktek pemberian kompensasi oleh industri asing sebagai persyaratan dari suatu negara ketika melakukan pembelian. Dalam kasus Boeing ini dilatarbelakangi karena banyaknya pihak industri dari Indonesia dan TNI AU yang membeli pesawat dari Boeing.

Seperti pembelian pesawat udara sipil B737-800NG oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan B737-900ER, B737-Max oleh Lion Air yang jumlahnya lebih dari 20 miliar dollar AS. Selain itu juga ada pembelian pesawat F-16 dan helikopter Apache oleh TNI AU.

Bentuk offset bermacam-macam dan biasanya ditentukan oleh negara pembeli produk berapa prosentase dari nilai keseluruhan transaksi penjualan. Biasanya offset dipakai untuk mengembangkan industri domestik negara pembeli, transfer teknologi, memajukan investasi, dan meningkatkan lapangan pekerjaan.

Selain itu juga untuk mendapatkan teknologi baru, mendukung industri domestik yang strategis, mendapatkan akses terhadap pasar baru, meningkatkan nilai ekspor, dan meningkatkan hubungan dengan perusahanaan multinasional.

Untuk Indonesia, menurut Dino, nilainya lebih dari yang diperkirakan. “Kalau cuma untuk menghidupkan PTDI, maka nilai jumlahnya sangat cukup,” ujar Dino sambil tertawa.

Berkaitan dengan itu, hari ini diadakan diskusi antara stakeholder di bidang transportasi udara untuk merumuskan apa bentuk offset yang akan diminta kepada Boeing.

Selain dihadiri Dino, diskusi juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Ikhsan Tatang, perwakilan dari GMF, Garuda, Lion, BPPT, PTDI, PT Len, PT Pindad, Susi Air, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perisdustrian.

“Selanjutnya akan dibentuk tim kecil oleh Dirjen Perhubungan Udara untuk merumuskan apa-apa saja yang nanti akan kita ajukan,” ujar Ikhsan Tatang. (Gatot R)

Airlines News Update....
12/04/2012

Airlines News Update....

Punya pesawat pribadi bukan lagi mimpi. Pasalnya, sekarang harganya makin terjangkau, bahkan ada p**a yang setara 5 mobil Toyota Alphard.

10/04/2012
10/04/2012
10/04/2012

PACIFIC ROYALE READY TO SERVE SOLO DENPASAR
Tuesday, April 3rd, 2012 | 14:15

SOLO - Royale Airlines Pacific Airways ready to serve international routes operated Solo and Solo-Surabaya-Denpasar.

“ My entourage and me come in respect of kulonuwun to the owner of the town, to avoid surprised that the new new airline hop-off in town," said CEO Pacific Ocean Royale Airways S**ardi after meeting with Surakarta Mayor Joko Widodo (Jokowi) in Solo, Tuesday .

He said, before opening the new route, they first did a survey and tally the potential flight of Surakarta Adisumarmo Airport.

Although now that he has not pocketed air operator certificate (AOC) to operate in Indonesia, but they expect to be operate in Solo soon. "For we are targeting a national coverage began operating this month," he said.

Samudra said S**ardi prefer Solo as Adisutjipto Yogyakarta airport with its high potential. "We wants as soon as possible. At least this year is already operating in Solo. But we are still waiting for my permission and preparations," he said.

It adds to the first will use a small aircraft with a capacity of 50 seats.

"Regarding the target market, we do not restrict the market, but that obviously the airline will provide full service. We wanted a cheaper price than other aviation service providers," he said.

He added that it was set up 10 planes. In accordance with Law No. 1/2009 on Aviation, all airlines must provide a minimum of 10 aircraft, five aircraft and five aircraft proprietary lease, "he said.

Samudra said it currently has prepared five kinds of Fokker aircraft, four Airbus 320 aircraft and one Airbus 330 aircraft to serve the airline in Indonesia. (ant / gor)

Pacific Royale Siap Layani Solo-Denpasar
Selasa, 3 April 2012 | 14:15

SOLO - Maskapai penerbangan Pacific Royale Airways siap beroperasi melayani jalur penerbangan Solo-Surabaya dan Solo-Denpasar.

"Saya dan rombongan datang ke sini, istilahnya kulonuwun sama yang punya kota, jangan sampai beliau kaget tahu-tahu ada penerbangan baru di kotanya," kata CEO Pacific Royale Airways Samudra S**ardi usai bertemu Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Selasa.

Ia mengatakan, sebelum membuka jalur penerbangan baru ini, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei dan penghitungan potensi penerbangan dari Bandara Adisumarmo Surakarta.

Meskipun saat ini pihaknya belum mengantongi air operator certificate (AOC) untuk dapat beroperasi di Indonesia, tetapi diharapkan dapat segera beroperasi di Solo. "Untuk skala nasional kita targetkan bulan ini mulai beroperasi," ujarnya.

Samudra S**ardi mengatakan lebih memilih Solo karena Bandara Adisutjipto Yogyakarta sudah padat penerbangan. "Kita maunya secepatnya. Setidaknya tahun ini sudah beroperasi di Solo. Tetapi kan kita juga masih menunggu izin dan persiapannya," katanya.

Ia menambahkan untuk pertama akan menggunakan pesawat kecil dengan daya tampung 50 tempat duduk.

"Mengenai target pasar, kami tidak membatasi pasar, namun yang jelas maskapai ini akan memberikan full service. Kita inginnya harga lebih murah dari penyedia layanan penerbangan lainnya," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya menyiapkan 10 pesawat. Sesuai UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan, setiap airlines harus menyediakan minimal 10 pesawat, lima pesawat milik sendiri dan lima pesawat sewa," katanya.

Samudra mengatakan, pihaknya saat ini telah menyiapkan lima pesawat jenis Fokker, empat pesawat Airbus 320 dan satu pesawat Airbus 330 untuk melayani penerbangan di Indonesia. (ant/gor)

10/04/2012

ANGKASA PURA SHOULD BE INDEPENDENT FROM NOW

25 airports no longer subventioned by State
By Tri Listiyarini | Monday, April 2nd, 2012 | 11:14

JAKARTA - The government will implement a new business scheme for airport industry starting fronm January 2013. Under the new scheme, the development to the air side (water side) at 25 commercial airports by PT Angkasa Pura I and II will no longer funded by state, but must be financed by their own.

It was stip**ated in Government Regulation (PP) No. 40 Year 2012 on the Development and Environmental Protection Airport, which was signed by the President Susilo Bambang Yudhoyono and will take effect from March 5, 2012. While the limitation clause of the state budget funds in the airport industry specified in article 27.

Airport Director General of Civil Aviation Ministry of Transportation (Kemenhub) Ignatius Bambang Tjahjono reveals, from 2013 the state budget funds are used only to airports in areas that are in isolated areas, borders, and prone to disasters, as well as undeveloped airport organized by the airport operator unit of government .

"Until the end of this year, the development of the water side at 25 airports managed by PT Angkasa Pura I and II was funded by the state budget even though PP was published in March. The new rule is effective starting January 2013. Later, PT Angkasa Pura I and II will be self-contained and no longer dependent of the state budget, because they are very profitable from the airports manage it, "he told Investor Daily said in Kemenhub Office, Jakarta, last week.

ANGKASA PURA HARUS MANDIRI

25 Bandara Komersial Tak Lagi Dapat Jatah APBN
Oleh Tri Listiyarini | Senin, 2 April 2012 | 11:14

JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan skema bisnis baru dalam industri kebandarudaraan mulai Januari 2013. Berdasarkan skema ini, pengembangan untuk sisi udara ( air side) di 25 bandara komersial yang dilakukan PT Angkasa Pura I dan II tak lagi mendapatkan dana APBN, namun harus dibiayai sendiri oleh dua BUMN tersebut

Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara, yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diberlakukan mulai 5 Maret 2012. Sedangkan klausul pembatasan dana APBN dalam industri kebandarudaraan dicantumkan dalam pasal 27.

Direktur Bandara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ignatius Bambang Tjahjono mengungkapkan, dana APBN mulai 2013 hanya digunakan untuk bandara di daerah yang berada di wilayah terisolasi, perbatasan, dan rawan bencana, ser ta bandara yang belum diusahakan yang diselenggarakan oleh unit penyelenggara bandara pemerintah.

“Sampai akhir tahun ini, pengembangan sisi air side di 25 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I dan II masih didanai APBN meski PP sudah terbit pada Maret lalu. Aturan itu baru efektif mulai Januari 2013. Nantinya, PT Angkasa Pura I dan II mandiri dan tak tergantung lagi dari APBN, karena mereka sudah sangat untung dari mengelola bandara-bandara itu,” ungkap dia kepada Investor Daily di Kantor Kemenhub, Jakarta, pekan lalu.

Address

Jakarta
10160

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Airlines Day 2012 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category