Jakarta Convention Center

Jakarta Convention Center Stylish, versatile, and strategically located in the heart of Jakarta, the Jakarta Convention Center

Stylish, versatile, and strategically located in the heart of Jakarta, the Balai Sidang Jakarta Convention Center has the space, facilities, and support staff to ensure that your needs are seamlessly met. Designed to host 62 Heads of State during the 10th Non-Aligned Movement Summit in 1992, the Balai Sidang Jakarta Convention Center continuous to provide an atmospheric venue serving the world's political, business, and entertainment leaders.

Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Jend. TNI (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengantarnya mengat...
05/06/2026

Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Jend. TNI (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengantarnya mengatakan, “Keberhasilan JCC dalam memberikan pelayanan yang prima, fasilitas yang memadai, serta suasana yang mendukung bagi setiap acara, telah membantu banyak pihak dalam mewujudkan visi dan misi mereka. JCC bukan hanya sekadar venue, tetapi juga mitra strategis dalam mencapai tujuan bersama. Pimpinan dan tim manajemen JCC telah bekerja keras untuk menjadikan tempat ini sebagai pusat kegiatan MICE yang terkemuka di Indonesia. Dedikasi dan profesionalisme dalam menyelenggarakan berbagai acara, dari skala kecil hingga besar, patut dicontoh.”
Sedangkan Bapak Dr. Iqbal Alan Abdullah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) juga turut memberikan pendapatnya mengenai JCC, “Bagi INCCA, jelas sekali bahwa JCC berperan yang besar. Organisasi ini berdiri di JCC pada 26 tahun lalu dengan jumlah anggota waktu itu sebanyak 200 perusahaan. Kini anggota INCCA berkembang menjadi sekitar 500 perusahaan. Bertambahnya jumlah perusahaan penyelenggara konferensi ini, salah satunya juga karena peran JCC. Sebagai pelaku di industri ini, kami sudah menganggap JCC sebagai rumah kami. Rumah untuk kami berkarya. Sebagai rumah, JCC tak bisa dilupakan. Keberadaan JCC sebaiknya harus tetap dipertahankan. Jika tidak dipertahankan, akan banyak usaha jasa konferensi yang akan kena imbasnya. Hingga saat ini, untuk kegiatan konferensi, susah untuk mencari tandingan JCC. Meski kini sudah banyak venue baru yang hadir untuk kegiatan MICE, namun sebagian besar venue tersebut lebih diperuntukkan untuk kegiatan pameran. Untuk kegiatan konferensi pilihan utama masih di JCC.”

Kutipan buku “Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia"

“Jakarta Convention Center (JCC) tidak hanya sebagai tonggak tumbuhnya industri MICE di Indonesia, tetapi juga sebagai w...
05/06/2026

“Jakarta Convention Center (JCC) tidak hanya sebagai tonggak tumbuhnya industri MICE di Indonesia, tetapi juga sebagai wadah lahirnya SDM pengelola venue yang andal yang kemudian juga sukses mengembangkan berbagai venue di kota-kota atau destinasi lain di Indonesia. JCC juga menjadi sumber belajar yang tidak pelit berbagi ilmu bagi pihak yang ingin belajar mengelola venue. Tidak hanya untuk mahasiswa yang magang, tetapi juga untuk pihak-pihak yang berasal dari venue lain,” demikian pernyataan dari Dr. Christina L. Rudatin S.E., M.Si, Dosen Politeknik Negeri Jakarta, yang juga merupakan tokoh di bidang MICE.
“Kami mengapresiasi jajaran manajemen yang telah menjadikan JCC sebagai salah satu stand-alone venue yang kompetitif di kawasan Asia Pasifik. Kami bangga bahwa manajemen JCC sangat memperhatikan inovasi, adaptasi dan kolaborasi yang dibuktikan dengan berbagai sertifikasi. Dengan kapasitas tangible dan intangible yang dimiliki, JCC sudah berada pada posisi yang baik dalam berkompetisi pada kancah MICE global,” ujar Dr. H. Sandiaga Salahudin Uno, B.B.A., M.B.A., Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Bersatu.
Beberapa karyawan JCC pun mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai MICE di Jerman selama 1 tahun atas beasiswa Pemerintah Jerman. Selain itu kompetensi karyawan-karyawan JCC juga dibuktikan dengan sertifikasi-sertifikasi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang mereka miliki untuk masing-masing bidang pekerjaan. Ini membuktikan kesungguhan manajemen JCC dalam menyiapkan, mengelola, membangun dan membesarkan bisnis MICE di Indonesia, di Jakarta pada khususnya.

Kutipan buku “Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia

Kontribusi finansial dan transparansi JCC terhadap perekonomian bisa dijabarkan melalui beberapa indikator. Beberapa di ...
04/06/2026

Kontribusi finansial dan transparansi JCC terhadap perekonomian bisa dijabarkan melalui beberapa indikator. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan berkelaniutan dan tata kelola keuangan, kineria pendapatan tahunan yang baik, kontribusi pajak signifikan kepada negara. Rekam jejak keuangan yang bersih selama lebih dari 30 tahun dalam mengelola asset negara tersebut secara produktit telah menumbuhkan penerimaan negara, daerah dan PPKGBK.
Kontribusi Tetap (Kontribusi Royalti) atas pengusahaan dan pengelolaan Areal Kompensasi (JCC) dibayarkan dalam kurs US Dollar kepada PPKGBK besarnya sudah ditetapkan dan ditinjau ulang setiap 5 (lima) tahun. Selain itu, ada Kontribusi Variabel yaitu kewajiban pembayaran imbalan dari pendapatan pengolaan dan pengusahaan Area Kompensasi (JCC) senilai 2,5% dari pendapatan setiap tahun berdasarkan hasil pemeriksaan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan independen yang dituniuk oleh PPKGBK. Kedua jenis Kontribusi tersebut merupakan kesepakatan dalam perjaniian BOT (Built, Operate, and Transfer).
Kepatuhan JCC dalam membayar pajak daerah pun membuat JCC dianugerahi Piagam Penghargaan dari Suku Badan Pendapatan Daerah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Kutipan buku “Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia”

Keberadaan JCC sebagai pusat gravitasi telah menghadirkan multiplier effect, artinya pendapatan yang terus mengalir hing...
04/06/2026

Keberadaan JCC sebagai pusat gravitasi telah menghadirkan multiplier effect, artinya pendapatan yang terus mengalir hingga menjangkau unit bisnis di sekitarnya.

Kutipan buku “Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia”

Bukti keunggulan JCC sebagai venue yang memiliki standar terbaik ini juga tecermin dari penghargaan yang diterima JCC an...
03/06/2026

Bukti keunggulan JCC sebagai venue yang memiliki standar terbaik ini juga tecermin dari penghargaan yang diterima JCC antara lain: ITTA Awards – Indonesia MICE Awards 2012 hingga 2015 kategori Exhibition dan Convention Hall, Jakarta Tourism Awards 2022 kategori Venue dan Event Khusus, Travel & Tourism Awards 2019 kategori Best Full-Service Convention Center & Event Venue Indonesia dan Lux Life Travel & Tourism Awards 2020 kategori Best Full-Service Event Space Indonesia.
Selain itu JCC juga mendapatkan penghargaan ASEAN MICE Venue Standard Awards 2022-2024 kategori Exhibition Venue, ASEAN MICE Venue Standard Awards 2024-2026 kategori Event Venue. ASEAN MICE Venue Standard (AMVS) ini merupakan akreditasi yang dikembangkan oleh Organisasi Pariwisata ASEAN untuk mensertifikasi venue yang menyelenggarakan berbagai kebutuhan bisnis seperti pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran di antara 10 negara ASEAN.
Untuk bidang pengelolaan sistem keamanan makanan, JCC juga tersertifikasi ISO 22000-2018 untuk Food Safety Management System. Selain itu JCC juga mengantongi sertifikat kelayakan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kutipan buku “Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia”

JCC menjadi alternatif utama, mengingat klasifikasinya sebagai venue mandiri (stand-alone venue) berstandar internasiona...
03/06/2026

JCC menjadi alternatif utama, mengingat klasifikasinya sebagai venue mandiri (stand-alone venue) berstandar internasional – klasifikasi dari Kemenparekraf - yaitu sebuah tempat khusus yang dibangun dan ditujukan sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan gabungan konvensi dan pameran yang menyediakan berbagai ruangan yang dirancang untuk sidang paripurna (plenary session), ruang pertemuan, ruang terbuka, ruang pameran pameran, dilengkapi dengan fasilitas makanan dan minuman, business center, dan ruang administrasi.
Dari proses belajar secara otodidak serta proses learning by doing, manajemen JCC akhirnya mengenali karakter dari bisnis penyelenggaraan pameran. Secara otodidak mulai membangun fondasi industri MICE di Indonesia, membangun jejaring EO dan mengelola kegiatan-kegiatannya.
Sebagai anggota resmi dari berbagai asosiasi MICE internasional seperti AIPC (the International Association of Convention Centres) dan ICCA (the International Congress and Convention Association), JCC dipastikan memahami akan arah perkembangan tren, teknologi dan pemutakhiran standar terbaru sehingga dapat terus menjadi venue mandiri yang relevan dengan tantangan zaman.

Kutipan buku “Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia”

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ke-10 Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement Summit) 1992 menjadi momentum yan...
02/06/2026

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ke-10 Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement Summit) 1992 menjadi momentum yang tepat untuk mendorong bisnis MICE berkembang di tanah air.
Tidak disangka, selama kurun 1997-1998, krisis moneter melanda negara-negara di Asia, termasuk Indonesia. Terjadi pergolakan politik nasional yang berdampak pada berbagai sektor, khususnya sektor pariwisata yang sangat erat dengan industri MICE. Masa-masa krismon itu benar-benar sulit bagi bisnis termasuk JCC. Namun, setahun kemudian, pada 1-7 Maret 1999, Asosiasi Penyelenggara Pameran Dagang Jerman menggelar Technogerma ’99 di JCC yang menampilkan teknologi baru Jerman. Technogerma mejadi titik balik bagi JCC melewati badai krismon 1998. EO menilai Jakarta sudah aman, dan kegiatan terkait MICE pun sudah bisa digelar kembali.
Setelah kegiatan bisnis relatif berjalan normal kemudian tak disangka, pada 2019, pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease
2019) mengejutkan dunia dan menyebar juga ke Indonesia. Mulai Maret 2020 pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan mobilitas penduduk dan jaga jarak yang ketat. Tentu saja, hal ini berpengaruh pada bisnis dan kegiatan yang diselenggarakan di JCC.
Meskipun pada masa pandemi JCC kehilangan beberapa karyawan akibat mengundurkan diri atau pensiun dini, namun demikian, manajemen JCC tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Ternyata, kebijakan tidak memberlakukan PHK ini menjadi salah satu faktor pendorong JCC bisa cepat bangkit saat menghadapi krisis akibat pandemi tersebut.

Kutipan buku “Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia"

KTT 1992 dan 1994 itu berjalan sukses. Namun, tantangan berikutnya muncul, yaitu bagaimana mengoptimalkan gedung megah J...
02/06/2026

KTT 1992 dan 1994 itu berjalan sukses. Namun, tantangan berikutnya muncul, yaitu bagaimana mengoptimalkan gedung megah JHCC pasca dua KTT itu. Karena waktu yang singkat sehingga tidak sempat membuat perencanaan bisnis (business plan) untuk JHCC selanjutnya. Bisnis MICE (Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions) pun masih terdengar asing di telinga orang Indonesia. Jadi, business plan yang dibuat pasca KTT lebih mengandalkan pada kreativitas. Acara seperti pameran, event dan konferensi hanya menggunakan maksimal 5% ruangan atau sekitar 1.500 m² saja. Event organizer (EO) juga tak banyak, antara lain Debindo, Mediatama, Ad House, Gapatri dan Indomarcom. Mereka juga belum memiliki ide untuk kegiatan di JCC. Pihak JCC menyarankan agar EO mencoba untuk ikut memasarkan. EO pun bersedia dengan syarat untuk pembayaran sewa ruangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan mereka saat itu. JCC pun setuju. Sejak saat itu kantor JCC mulai ramai didatangi EO yang menawarkan berbagai kegiatan.

Kutipan buku "Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia"

01/06/2026

Address

Jakarta
10270

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jakarta Convention Center posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jakarta Convention Center:

Share