28/01/2026
Cerita Balonku
Ganjapar lahir di Kota Bandung pada sebuah hari Rabu, 7 April 1982. Pada tahun 2001, ia pernah duduk di bangku Universitas Pendidikan Indonesia, mempelajari Sastra Indonesia—belajar tentang kata, makna, dan bagaimana sebuah cerita dibangun dengan rapi dan jujur. Saat itu ia belum tahu, bahwa pelajaran tentang cerita kelak akan menemukan bentuknya yang lain.
Bertahun-tahun kemudian, di Bekasi, ia berdiri di sebuah ruang kerja sederhana. Balon-balon belum mengembang, tersusun rapi, menunggu disentuh dengan sabar. Dari ruang kecil itulah Cerita Balonku lahir.
Usaha ini tidak dibangun untuk menjadi yang paling besar atau paling ramai. Cerita Balonku dibangun dari satu keyakinan sederhana: acara yang baik adalah acara yang membuat semua orang merasa tenang. Tenang bagi klien. Tenang bagi tim. Dan tenang bagi usaha itu sendiri.
Setiap dekor dipasang dengan hati-hati. Setiap keputusan diambil tanpa tergesa-gesa. Bagi Ganjapar, keindahan tidak pernah cukup jika hadir bersama kekacauan. Seperti cerita yang baik, sebuah acara harus punya alur, ritme, dan akhir yang menenangkan.
Di balik setiap balon yang mengembang, ada komitmen untuk bekerja rapi, jujur, dan bertanggung jawab. Ada tim yang dihargai. Ada sistem yang dibangun. Ada usaha yang dijaga agar tidak hanya hidup hari ini, tetapi juga esok dan lusa.
Bagi Cerita Balonku, kebahagiaan bukan tentang sorotan lampu atau tepuk tangan. Kebahagiaan adalah ketika orang berkata dengan lega,
“Vendor ini enak. Bisa dipercaya.”
Dan di situlah Cerita Balonku terus berjalan—pelan, rapi, dan penuh makna.