05/10/2024
π | Berbicara tentang sejarah dan perkembangan rock di Indonesia, setidaknya dalam kurun waktu 4 dekade belakangan ini (1984 - 2024), tentunya tidak akan lepas dari sebuah event musik yang pada akhirnya menjadi catatan tersendiri dalam perkembangan musik rock Indonesia, yaitu Festival Rock se-Indonesia. Bahkan keberadaan festival rock yang digelar Log Zhelebour terpancang sebagai sebuah sejarah musik rock Indonesia.
Adalah seorang Ong Oen Log, yang dikenal sebagai Log Zhelebour pria tambun kelahiran Surabaya 16 Maret 1959 dibalik sukses terselenggaranya Festival Rock Indonesia sebanyak 11 kali dari tahun 1984 sd 2007. Jangan lihat sosok fisiknya yang tidak ngerock, malah cenderung cuek dengan kaos dan celana pendek, tapi spirit rocknya luarbiasa. Perkenalannya dengan musik rock diawali ketika duduk di bangku SMP. Setelah lulus dari SMA St Louis Surabaya, 1977, baru dia memulai kariernya sebagai promotor pergelaran musik rock, didahului dengan berbagai kegiatan musik disko.
βSaya ingin musik rock tetap hidup dan terus berkembang. Salah satunya caranya dengan mengadakan event-event seperti festival rock,β ujar Log. Seperti diungkapkan, awal tujuannya dari penyelenggaraan festival rock ini adalah untuk memberi wadah bagi grup rock pemula yang belum sempat mendapat kesempatan tampil kepermukaan dalam skala nasional. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi regenerasi para seniornya untuk meneruskan langkah membawa panji-panji rock Indonesia terus jaya.
Log merintis karier promotornya sejak tahun 1979 dengan menggelar konser grup band kecil hingga menampilkan grup rock papan atas ketika itu, seperti SAS asal Surabaya dengan Super Kid dari Bandung dalam pertunjukan yang diberinya judul Rock Power. Setelah itu berlanjut dengan penyanyi rock wanita Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja & Bani Adam, serta grup Giant Step.
Dengan sebuah mesin tik dan mengendarai sepeda motor Honda, Log berusaha meyakinkan berbagai pihak, termasuk sponsor, tentang usahanya mementaskan musik rock yang waktu itu rawan kerusuhan. Promosi berbagai produk yang waktu itu dilakukan hanya sebatas melalui radio dan spanduk. Sementara TVRI, satu-satunya stasiun televisi, tidak menerima iklan, dan musik rock nyaris tidak menjadi pilihan sebagai program acara.
Sesuai dengan namanya, Zhelebour (asal kata selebor, yang bisa berarti semaunya, baik dalam berpakaian, bicara, maupun bertindak), Log memang tidak peduli dengan komentar orang, apa yang dianggapnya baik, dilakukannya. Sepanjang memimpin penyelenggaraan Festival Rock Indonesia, dia tidak berpakaian lain kecuali celana sebatas betis, kaus oblong, dan rompi. Bedanya, kalau dulu dia bersepeda motor Honda bebek, sekarang dengan sedan BMW plus sopir.
Dari berbagai festival musik yang diselenggarakan, mulai dari Festival Lagu Pop Nasional, Lomba Cipta Lagu Prambors, Lomba Cipta Lagu Dangdut, Kontes Band Yamaha, hingga Cipta Pesona Bintang di layar kaca (RCTI), ternyata festival musik rock versi Log Zhelebour yang paling tahan banting. Sementara festival dan lomba yang lainnya berhenti karena berbagai hal, salah satu di antaranya karena ketiadaan sponsor. Demikian juga festival musik rock versi Log Zhelebour, dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival. Perusahaan rokok itu mendanainya sebanyak delapan kali (1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1993, 2001, 2004) dari 11 kali penyelenggaraannya, dengan diselingi Gudang Garam (1991 dan 2007) dan stasiun televisi Indosiar (1996).
Festival musik rock versi Log Zhelebour bisa dikatakan adalah ajang musik rock yang paling bergengsi dibanding festival serupa yang pernah diselenggarakan. Sejak pertama kali diadakan, dengan nama Festival Rock se Indonesia mencatat beberapa rekor. Antara lain penyelenggaraannya secara maraton selama 15 jam nonstop, dari jam pukul 10.30 hingga 01.30. Yang kedua diikuti 30 grup rock dari sejumlah kota di tanah air yang berlaga di atas panggung terbesar sepanjang sejarah pertunjukan musik rock di Indonesia waktu itu, 50 X 12 meter.
Sejak digelar pertama kali tahun 1984, event ini bukan saja menjadi wadah untuk memberi kesempatan bagi grup rock kelas pemula tampil berlaga mempertontonkan kebolehannya dalam sebuah ajang festival.
Tapi dalam perjalanannya event ini telah melahirkan jawara-jawara rock, baik itu grup band, musisi atau penyanyi rock yang ikut andil mengukir catatan sejarah musik cadas tanah air.
Meski bukan jaminan bahwa para jawara panggung pemenang festival rock ini bakal menjadi grup band besar di kemudian hari.
Semua itu kembali lagi kepada kesiapan dari grup band yang bersangkutan. Tapi setidaknya dari ajang ini telah melahirkan beberapa nama grup and yang kemudian mampu eksis dan menujukkan eksisitensinya menjadi dan sebagai grup rock papan atas, seperti Elpamas, Grass Rock atau Power Metal. Bahkan hingga kini ketiga grup itu masih eksis.
Sedang tidak sedikit p**a mereka yang sama sekali tidak mengantongi gelar juara mampu menunjukkan eksistensinya sebagai grup rock papan atas, seperti Jamrud, Slank atau Boomerang. Belum lagi nama-nama seperti Roxx, Whizzkid, Jet Liar, Sahara, Rudal, adalah nama-nama yang pernah berlaga di ajang festival rock yang digelar Log Zhelebour. Sementara dari dari barisan penyanyi muncul nama Mel Shandy, Ita Purnamasari, Yankson AI, Hengky Supit.
Mereka ini adalah alumni festival yang namanya kemudian berkibar di panggung rock Indonesia. Bahkan kalau kita menyebut nama-nama grup rock tangguh yang lahir di akhir era β80-an dan awal tahun β90-an sebagian besar mereka pernah mencicipi ikut berlaga di festival rock yang digelar Log Zhelebor.
Terlepas di antara mereka pernah mengantongi gelar juara atau hanya sampai babak penyisihan, semi final atau berhasil masuk di babak final.
Dan tidak bisa kita pungkiri, apa yang dipersembahkan Log Zhelebour lewat Festival Rock se-Indonesia ini telah memberi kontribusi cukup besar dalam memajukan musik rock di Indonesia,mulai dari kiprahnya sebagai promotor rock sampai dengan menjadi produser rekaman telah menjadi lembaran catatan tersendiri di jagar rock Indonesia. Semua itu ia dedikasikan untuk rock di Indonesia.
Bahkan apa yang telah dirintis Log Zhelebour sepanjang kurun waktu tiga dasawarsa ini telah menjadi catatan tersendiri bukan saja bagi perjalanan dan perkembangan musik rock Indonesia, tapi juga menjadikannya sebuah catatan penting yang tak terpisahkan sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia.
Sayangnya penyelenggaraan Festival Rock Indonesia I s/d IV, tidak dikeluarkan album rekaman 10 finalis Festival Rock Indonesia tersebut. Baru pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia ke V Tahun 1989, lewat Logiss Records (Logiss adalah gabungan dua nama, LOG (Log Zhelebour) dan ISS (Iwan Sutadi Sidarta),
Perusahaan rekaman Log Zhelebour yang bekerjasama dengan Iwan Sutadi Sidarta dengan benderanya Indo Semar Sakti, yang memayung perusahaan rekaman King Records, Billboard, Aruna dan Buletin Intrernasional, mulai merekam 10 lagu finalis yang ke V, dimana juara nya pada saat itu adalah Power Metal (Surabaya), Hendrix Sanada juga terpilih sebagai the best bassist. Lucky Setyo W gitaris Andromedha Rock Band memperoleh The best guitaris.
Menariknya saat itu vokalis Power Metal bukan Arul, tetapi adalah Pungky, saat itu Arul juga ikut Festival Rock Indonesia ke V sebagai Vokalis Big Boys (Banjarmasin) dan meraih vokalis terbaik dengan lagunya Polusi Kehidupan. Grup band yang dianggap rival terberat Power Metal saat itu adalah Andromedha (Surabaya), Kaisar (Solo) dan Roxx (Jakarta). Kemenangannya ini sekaligus menjadi awal perjalanan karier Power Metal menembus dunia rekaman.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA I (1984)
Festival perdana ini berlangsung di lapangan sepakbola 10 November, Tambaksari, Surabaya, hari Minggu 14 April 1984, yang diikuti peserta 30 group band dari Jakarta, Bandung, Jawa Timur dan Bali : LCC, Flash Rock, Amara, Grass Rock, Blues Brothers, Full of S**t, Heaven, Literature Rock, Vocation, Leizig, Warrock (konon group ini binaan Ucok Aka), Q Red, Squencer, Heart Breaker, Bom Chankar, Sensitive Band, Mat Bitel, Nickey Astria, DβRonners, Smallers Band. Harley Angels, 2nd Smile, Jamrock, Bissing, Drop Out dan Elpamas.
Mereka membawa sebuah lagu pilihan dan lagu wajib Djarum Super: Oh nikmatnya Djarum Super Filter, oh sedapnya Djarum Super filter, untuk memperebutkan hadiah Rp. 3 juta.
Para juri terdiri dari penyanyi God Bless Achmad Albar, penabuh drum Jelly Tobing, gitaris Ian Antono, pemetik bas Arthur Kaunang, pemain keyboard Abadi Soesman dan seorang wakil dari Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) memilih Harley Angles dari Bali sebagai juara pertama., LCC (Surabaya, juara dua), Elpamas (Pandaan, juara tiga), 2nd Smile (Jakarta, juara harapan) dan Drop Out (Irian Jaya, juara favorit).
Juga dipilih penyanyi terbaik Bambang (Harley Angles), penyanyi terbaik wanita Chetty WS (LCC), pemain bas terbaik Indrawan (Harley Angels), penabuh drum terbaik Budi R (Jamrock, Bandung) dan pemain keyboard terbaik Andy (2nd Smile).
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA II (1985)
Pada festival ini dijuarai grup rock asal Pandaan, Malang, Elpamas. Sementara Grass Rock memperoleh juara III dan Rere memperoleh gelar The Best Drumer.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA III (1986)
Pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia yang ke III pada tahun 1986, juaranya adalah Grass Rock dari Surabaya, saat itu vokalisnya adalah Zulkarnain. Rere pun kembali menyabet gelar The Best Drumer. Mereka lantas memperoleh kesempatan dari Log Zhelebour untuk mengikuti tur 10 kota untuk mengiringi God Bless. Grup rock Slank juga masuk final, tapi hanya berhasil menjadi juara hiburan.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA IV (1987)
Tahun berikutnya 1987 pada penyelenggaraan ke IV, Adi Metal Rock Band (Surabaya) keluar sebagai juara pertama, sama seperti Harley Angels, Adi Metal Rock Band sampai sekarang tidak tahu rimbanya. Lagu yang sempat hits mereka diantaranya Revolusi Kaisar dan Mereka Menantimu.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA V (1989)
Festival di adakan di Malang, hasil penilaian dewan juri Power Metal berhasil meraih peringkat pertama, Roxx sebagai peringkat kedua, Andromedha sebagai peringkat ketiga, Kaisar sebagai peringkat keempat dan Rudal menempati peringkat kelima.
Selain menempatkan lima besar untuk sepuluh finalis, para dewan juri yang beranggotakan Ahmad Albar, Arthur Kaunang, Jelly Tobing, Jocky Suryoprayogo dan Bens Leo, juga menetapkan beberapa musisi sebagai the best player di antaranya Arul Efansyah dari Big Boys sebagai vokalis terbaik, Lucky Setio Wicaksono dari Andromedha sebagai gitaris terbaik, Tonny dari Roxx sebagai bassis terbaik dan Yoyo Prasetyo dari Andromedha sebagai drummer Terbaik.
Ada langkah maju sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan festival kali ini, berupa dirilisnya album para finalis yaitu : KAISAR, RUDAL, POWER METAL, SALTIS, PARTHA PUTRI, ANDROMEDHA, NEW CHORDEXβS, BIG BOYS, KAMIKAZE, ROXX, dalam album kompilasi yang bertajuk 10 Finalis Festival Rock Se- Indonesia Ke-V.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA VI (1991)
Festival kali ini di sponsori oleh Gudang Garam dan dilaksanakan di dua kota yaitu : Semi final diadakan di Malang, untuk Final diadakan di Surabaya. Untuk juara Pertama diraih oleh group band KAISAR dari Solo. Sama seperti para finalis pada festival sebelumnya, finalis dalam festival ini yaitu : CASSANOVA, PYTHAGORAS , KAISAR, VALHALLA , SAHARA, NEW CHORDHEXβS, ERTEBE, THREE BROTHERβS, BALANCE, WHIZZKID oleh promotor penyelenggara yaitu Log Zhelebour di racik dalam sebuah album kompilasi bertajuk 10 Finalis Festival Rock Se-Indonesia Ke-6.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA VII (1993)
Juara pertama diraih oleh group band ANDROMEDHA dari Surabaya (Jawa Timur). Untuk Final diselenggarakan di kota Jogjakarta dan kembali finalis pada festival ini yaitu : ACEH ROCK BAND (Aceh Timur), ANDROMEDHA (Surabaya), CASSANOVA(Yogyakarta), CB BAND (Kediri), LOST ANGELS (Subaya), METAL FORCE (Solo), PRATAMA ROCK BAND (Bengkulu), PYTHAGORAS (Surabaya), SAHARA (Bandung), SCANDAL ROCK BAND (Semarang) berkesempatan masuk dapur rekaman untuk sebuah album kompilasi berlabel 10 Finalis Festival Rock Se-Indonesia Ke-7.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA VIII (1996)
Dalam penyelenggaran festival kali ini, Log Zhelebour bekerjasama dengan Stasiun Televisi Indonesia.J uara pertama diraih oleg group band TEASER dari Temanggung. Seperti kelanjutan festival sebelumnya, para finalis festival kali ini yaitu: TEASER, METAZONE, CB BAND GREZZ ROCK, MUSHROOM, ANTUSIAS, LEPPIS, UNPAR, EMPERIAL, dan THREE BROTHER mendapat kesempatan untuk rekaman dalam sebuah album kompilasi bertajuk 10 Finalis Festival Rock Se Indonesia VIII.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA IX (2001)
Juara pertama di raih oleh group band UNGU 9 dari Kediri. Dalam penyelenggaraan fetival ini diawali dengan menjaring grup-grup band dari setiap propinsi di Indonesia yang kemudian diseleksi sebanyak 25 group band untuk berlaga di semi final dan pada akhirnya mengeluarkan 10 finalis yaitu : Ungu 9 (Kediri), Green Master, Dadoo, Arfaβs, Perisai, Loe Joe, Relp, Shianida, Biroe (Den Pasar), dan Purnama (Medan), dimana 10 finalis tersebut digandeng masuk dapur rekaman yang menghasilkan album kompilasi bertajuk Djarum Super Rock Festival IX.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA X (2004)
Dalam Djarum Super Festival Rock Indonesia ke-X di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004 keluar sebagai jawara yaitu Mujizat Band (Bandung, Juara 1), Take Over (Banten, juara 2), Loe Joe (Makasar, juara 3), Mr. X (Banjarmasin, juara harapan), Daun Band (Kediri, juara favorit), Kobe (Sidoarjo, best performance), Billy (Mujizat Band, best guitarist), Ewin (Indonesia Baru Band, best drumer), Erwin Way (Mujizat Band, best bassist), Nora (Daun Band, best keyboard) dan Damar (Take Over Band) sebagai penyanyi terbaik.
Pada Semifinal di hari pertama diikuti 25 grup dari 18 propinsi yaitu : Sumatera Barat (Cadenza, Pane), Sumatera Utara (Child Band), Nanggroe Aceh Darussalam (Manggots), Sumatera Selatan (Tahta Band, Metafora), Jawa Barat (Ferari, Mujizat), Jawa Tengah (Mr. B), Yogyakarta (Reload), Jawa Timur (The Break, Kobe, Daun), Bali (CTC Band, Big G 256), Sulawesi Selatan (Loe Joe, Indonesia Baru), Sulawesi Utara (Virgin βN Untouchable), Sulawesi Tengah (Traxtor), Jakarta (Kanda), Banten (Take Over), Kalimantan Timur (Eldee Cool), Kalimantan Barat (Paris 208), Kalimantan Selatan (Mr. X), dan Kalimantan Tengah (Mario Bross).
Setelah 25 group tersebut berlaga, keluarlah 10 finalis yaitu Take Over (Banten), Daun Band (Kediri), Mujizat (Bandung), Indonesia Baru (Pinrang), Eldee Cool (Samarinda), Mr X (Banjarmasin), Mr B (Klaten), Kanda Band (Jakarta), Kobe (Sidoarjo) dan Loe Joe (Makasar).
Sayangnya penyelenggaraan Festival Rock Indonesia I sd IV, tidak dikeluarkan album rekaman 10 finalis Festival Rock Indonesia tersebut, jadi bagi penikmat musik rock yang tidak melihat secara live tidak akan tahu lagu apa yang dinyanyikan pada waktu itu, walau melihatpun dijamin sekarang udah lupa. Baru mulai penyelenggaraan Festival Rock Indonesia ke V Tahun 1989 sudah ada rekaman albumnya.
FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA XI (2007)
Pada Festival Rock Indonesia ke XI Tahun 2007, Gudang Garam kembali mensponsori penyelenggaraan event tersebut dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Band asal Salatiga, Workstation akhirnya berhasil menjadi jawara GGRC Minggu malam (17/06) di Gelora B**g Karno. Selain menggondol uang tunai 50 juta rupiah Workstation juga mendapat jatah rekaman album dari Log Zhelebour.
Juara kedua diambil band CCCC asal Surabaya (Rp 40 juta) dan juara ketiga adalah Yello (Rp 30 juta). Sementara itu Parcel menjadi band favorit lewat polling sms. Sedangkan band dengan best performance diraih band asal Bandung Alas Roban.
Sementara juara harapan disabet Peacepot. Acara sendiri berlangsung lancar sejak pukul 12.00. Para penonton terhanyut dengan aksi para band peserta. Tak ketinggalan aksi panggung lainnya dari band-band yang sudah punya nama seperti Boomerang, Jamrud, J Rock, dan juga dihadiri rocker gaek Achmad Albar.
Dan tidak bisa kita pungkiri, apa yang dipersembahkan Log Zhelebour lewat Festival Rock se-Indonesia ini telah memberi kontribusi cukup besar dalam memajukan musik rock di Indonesia, mulai dari kiprahnya sebagai promotor rock sampai dengan menjadi produser rekaman telah menjadi lembaran catatan tersendiri di dunia rock Indonesia. Semua itu ia dedikasikan untuk rock di Indonesia.
Bahkan apa yang telah dirintis Log Zhelebour Production sepanjang kurun waktu tiga dasawarsa ini telah menjadi catatan tersendiri bukan saja bagi perjalanan dan perkembangan musik rock Indonesia, tapi juga menjadikannya sebuah catatan penting yang tak terpisahkan sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia.
Demikian ulasan tentang Sejarah Festival Rock Indonesia, semoga menambah referensi tentang musik Indonesia, khususnya sejarah musik rock Indonesia.
Mungkin disini ada yang pernah mengikuti atau hanya sebatas nonton saja ? Mari berbagi kenangan pada masa itu .. terimakasih, selamat bermalam minggu ..
| |
π° Sumber : Berbagai Sumber
πΌοΈ Gambar : Kompasiana
π Repost : Musik 90'an