Vivi Samudra

Vivi Samudra πŸ“| klik Ikuti / Suka untuk berteman dengan ViVi dan mengobrol tentang Musik, Film dan Sejarah | πŸ’‹

πŸ“  | Apa pun yang terjadi dalam hidupmu, percayalah, segalanya dalam rencana dan skenario Nya, yakinlah akan selalu inda...
05/11/2024

πŸ“ | Apa pun yang terjadi dalam hidupmu, percayalah, segalanya dalam rencana dan skenario Nya, yakinlah akan selalu indah pada akhirnya .. |

πŸ“  | Hal yang paling sulit di lakukan oleh semuaOrang di dunia ini adalah menilai sifat buruk diri sendiri, tetapi palin...
04/11/2024

πŸ“ | Hal yang paling sulit di lakukan oleh semua
Orang di dunia ini adalah menilai sifat buruk diri sendiri, tetapi paling gampang menilai keburukan orang lain. Apakah kamu pernah merenungkan sejenak apa sifat buruk yang kamu miliki... |

| |

πŸ“  | Semoga setiap malam membawa keberkahan dan keselamatan bagi kita dan orang-orang yang kita cintai. Selamat malam de...
01/11/2024

πŸ“ | Semoga setiap malam membawa keberkahan dan keselamatan bagi kita dan orang-orang yang kita cintai. Selamat malam dengan doa tulus |

πŸ“  | Jumat 01 November 2024, Selamat Datang November ! Semoga di hari Jumat pertama di bulan November ini, Diberikan Nik...
01/11/2024

πŸ“ | Jumat 01 November 2024, Selamat Datang November ! Semoga di hari Jumat pertama di bulan November ini, Diberikan Nikmat sehat, Rizki yang melimpah, dimudahkan segala urusannya dan di pertemukan dengan hal hal baik yang kita impikan |

πŸ“  | Malam adalah saat untuk merefleksikan kebaikan yang kita lakukan hari ini. Selamat malam, semoga kita terus menjadi...
31/10/2024

πŸ“ | Malam adalah saat untuk merefleksikan kebaikan yang kita lakukan hari ini. Selamat malam, semoga kita terus menjadi pribadi yang lebih baik |

πŸ“  | Hari Ke-4 Badan sudah terasa segar walaupun masih kelihatan pucat namun sudah terasa enak dan mulai pengen makan yg...
31/10/2024

πŸ“ | Hari Ke-4 Badan sudah terasa segar walaupun masih kelihatan pucat namun sudah terasa enak dan mulai pengen makan yg banyak |

πŸ“  | Hari Ke-3 Badan sudah agak membaik tapi masih kelihatan pucat maunya minum yang panas |
30/10/2024

πŸ“ | Hari Ke-3 Badan sudah agak membaik tapi masih kelihatan pucat maunya minum yang panas |

πŸ“  | Hari Ke-2 Badan masih terasa lemas muka pucat dan tak bernafsu makan |
29/10/2024

πŸ“ | Hari Ke-2 Badan masih terasa lemas muka pucat dan tak bernafsu makan |

πŸ“‘  | Mohon doa nya agar ViVi lekas sembuh, siang tadi demam badan panas sekitar 38Β°C oleh dokter sementara agar beristir...
28/10/2024

πŸ“‘ | Mohon doa nya agar ViVi lekas sembuh, siang tadi demam badan panas sekitar 38Β°C oleh dokter sementara agar beristirahat dulu, Terimakasih |

πŸ“  | Hari ini mungkin tidak sempurna, tapi besok masih ada kesempatan untuk meraih kesuksesan, Malam ini biarkan dirimu ...
27/10/2024

πŸ“ | Hari ini mungkin tidak sempurna, tapi besok masih ada kesempatan untuk meraih kesuksesan, Malam ini biarkan dirimu merenung dan bersyukur untuk segala kebaikan yang telah diberikan |

πŸ“  | Kita harus meluangkan waktu dan mengatur hidup kita, bersantai dan menghabiskan lebih banyak waktu dan tidak melaku...
27/10/2024

πŸ“ | Kita harus meluangkan waktu dan mengatur hidup kita, bersantai dan menghabiskan lebih banyak waktu dan tidak melakukan apa-apa, kemudian beristirahat sesudahnya .. seLamat siang |

πŸ“  | Semoga hari ini kamu diberkati dengan rasa cinta, kegembiraan, dan kedamaian .. Nikmati hari Minggu yang cerah ini ...
26/10/2024

πŸ“ | Semoga hari ini kamu diberkati dengan rasa cinta, kegembiraan, dan kedamaian .. Nikmati hari Minggu yang cerah ini .. Percayalah pada hati dan keberanian dalam mewujudkan semua anganmu |

πŸ“  | Selamat Malam .. tahu nggak kalo Kangenku ke kamu itu kayak bus Sumber Kencono. Makin malam, makin ugal-ugalan .. s...
26/10/2024

πŸ“ | Selamat Malam .. tahu nggak kalo Kangenku ke kamu itu kayak bus Sumber Kencono. Makin malam, makin ugal-ugalan .. seLamat menikmati makan malam |

πŸ“  | Selamat siang dan selamat beristirahat buat kalian yang sedang bekerja. Jangan lupa pantau terus status Vivi Samodr...
26/10/2024

πŸ“ | Selamat siang dan selamat beristirahat buat kalian yang sedang bekerja. Jangan lupa pantau terus status Vivi Samodro karena percuma banyak yang ngajak makan siang bersama kalau gak ada yang ngajak hidup bersama |

05/10/2024

πŸ“‘ | Berbicara tentang sejarah dan perkembangan rock di Indonesia, setidaknya dalam kurun waktu 4 dekade belakangan ini (1984 - 2024), tentunya tidak akan lepas dari sebuah event musik yang pada akhirnya menjadi catatan tersendiri dalam perkembangan musik rock Indonesia, yaitu Festival Rock se-Indonesia. Bahkan keberadaan festival rock yang digelar Log Zhelebour terpancang sebagai sebuah sejarah musik rock Indonesia.

Adalah seorang Ong Oen Log, yang dikenal sebagai Log Zhelebour pria tambun kelahiran Surabaya 16 Maret 1959 dibalik sukses terselenggaranya Festival Rock Indonesia sebanyak 11 kali dari tahun 1984 sd 2007. Jangan lihat sosok fisiknya yang tidak ngerock, malah cenderung cuek dengan kaos dan celana pendek, tapi spirit rocknya luarbiasa. Perkenalannya dengan musik rock diawali ketika duduk di bangku SMP. Setelah lulus dari SMA St Louis Surabaya, 1977, baru dia memulai kariernya sebagai promotor pergelaran musik rock, didahului dengan berbagai kegiatan musik disko.

β€œSaya ingin musik rock tetap hidup dan terus berkembang. Salah satunya caranya dengan mengadakan event-event seperti festival rock,” ujar Log. Seperti diungkapkan, awal tujuannya dari penyelenggaraan festival rock ini adalah untuk memberi wadah bagi grup rock pemula yang belum sempat mendapat kesempatan tampil kepermukaan dalam skala nasional. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi regenerasi para seniornya untuk meneruskan langkah membawa panji-panji rock Indonesia terus jaya.

Log merintis karier promotornya sejak tahun 1979 dengan menggelar konser grup band kecil hingga menampilkan grup rock papan atas ketika itu, seperti SAS asal Surabaya dengan Super Kid dari Bandung dalam pertunjukan yang diberinya judul Rock Power. Setelah itu berlanjut dengan penyanyi rock wanita Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja & Bani Adam, serta grup Giant Step.

Dengan sebuah mesin tik dan mengendarai sepeda motor Honda, Log berusaha meyakinkan berbagai pihak, termasuk sponsor, tentang usahanya mementaskan musik rock yang waktu itu rawan kerusuhan. Promosi berbagai produk yang waktu itu dilakukan hanya sebatas melalui radio dan spanduk. Sementara TVRI, satu-satunya stasiun televisi, tidak menerima iklan, dan musik rock nyaris tidak menjadi pilihan sebagai program acara.

Sesuai dengan namanya, Zhelebour (asal kata selebor, yang bisa berarti semaunya, baik dalam berpakaian, bicara, maupun bertindak), Log memang tidak peduli dengan komentar orang, apa yang dianggapnya baik, dilakukannya. Sepanjang memimpin penyelenggaraan Festival Rock Indonesia, dia tidak berpakaian lain kecuali celana sebatas betis, kaus oblong, dan rompi. Bedanya, kalau dulu dia bersepeda motor Honda bebek, sekarang dengan sedan BMW plus sopir.

Dari berbagai festival musik yang diselenggarakan, mulai dari Festival Lagu Pop Nasional, Lomba Cipta Lagu Prambors, Lomba Cipta Lagu Dangdut, Kontes Band Yamaha, hingga Cipta Pesona Bintang di layar kaca (RCTI), ternyata festival musik rock versi Log Zhelebour yang paling tahan banting. Sementara festival dan lomba yang lainnya berhenti karena berbagai hal, salah satu di antaranya karena ketiadaan sponsor. Demikian juga festival musik rock versi Log Zhelebour, dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival. Perusahaan rokok itu mendanainya sebanyak delapan kali (1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1993, 2001, 2004) dari 11 kali penyelenggaraannya, dengan diselingi Gudang Garam (1991 dan 2007) dan stasiun televisi Indosiar (1996).

Festival musik rock versi Log Zhelebour bisa dikatakan adalah ajang musik rock yang paling bergengsi dibanding festival serupa yang pernah diselenggarakan. Sejak pertama kali diadakan, dengan nama Festival Rock se Indonesia mencatat beberapa rekor. Antara lain penyelenggaraannya secara maraton selama 15 jam nonstop, dari jam pukul 10.30 hingga 01.30. Yang kedua diikuti 30 grup rock dari sejumlah kota di tanah air yang berlaga di atas panggung terbesar sepanjang sejarah pertunjukan musik rock di Indonesia waktu itu, 50 X 12 meter.

Sejak digelar pertama kali tahun 1984, event ini bukan saja menjadi wadah untuk memberi kesempatan bagi grup rock kelas pemula tampil berlaga mempertontonkan kebolehannya dalam sebuah ajang festival.

Tapi dalam perjalanannya event ini telah melahirkan jawara-jawara rock, baik itu grup band, musisi atau penyanyi rock yang ikut andil mengukir catatan sejarah musik cadas tanah air.

Meski bukan jaminan bahwa para jawara panggung pemenang festival rock ini bakal menjadi grup band besar di kemudian hari.

Semua itu kembali lagi kepada kesiapan dari grup band yang bersangkutan. Tapi setidaknya dari ajang ini telah melahirkan beberapa nama grup and yang kemudian mampu eksis dan menujukkan eksisitensinya menjadi dan sebagai grup rock papan atas, seperti Elpamas, Grass Rock atau Power Metal. Bahkan hingga kini ketiga grup itu masih eksis.

Sedang tidak sedikit p**a mereka yang sama sekali tidak mengantongi gelar juara mampu menunjukkan eksistensinya sebagai grup rock papan atas, seperti Jamrud, Slank atau Boomerang. Belum lagi nama-nama seperti Roxx, Whizzkid, Jet Liar, Sahara, Rudal, adalah nama-nama yang pernah berlaga di ajang festival rock yang digelar Log Zhelebour. Sementara dari dari barisan penyanyi muncul nama Mel Shandy, Ita Purnamasari, Yankson AI, Hengky Supit.

Mereka ini adalah alumni festival yang namanya kemudian berkibar di panggung rock Indonesia. Bahkan kalau kita menyebut nama-nama grup rock tangguh yang lahir di akhir era ’80-an dan awal tahun ’90-an sebagian besar mereka pernah mencicipi ikut berlaga di festival rock yang digelar Log Zhelebor.

Terlepas di antara mereka pernah mengantongi gelar juara atau hanya sampai babak penyisihan, semi final atau berhasil masuk di babak final.

Dan tidak bisa kita pungkiri, apa yang dipersembahkan Log Zhelebour lewat Festival Rock se-Indonesia ini telah memberi kontribusi cukup besar dalam memajukan musik rock di Indonesia,mulai dari kiprahnya sebagai promotor rock sampai dengan menjadi produser rekaman telah menjadi lembaran catatan tersendiri di jagar rock Indonesia. Semua itu ia dedikasikan untuk rock di Indonesia.

Bahkan apa yang telah dirintis Log Zhelebour sepanjang kurun waktu tiga dasawarsa ini telah menjadi catatan tersendiri bukan saja bagi perjalanan dan perkembangan musik rock Indonesia, tapi juga menjadikannya sebuah catatan penting yang tak terpisahkan sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia.

Sayangnya penyelenggaraan Festival Rock Indonesia I s/d IV, tidak dikeluarkan album rekaman 10 finalis Festival Rock Indonesia tersebut. Baru pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia ke V Tahun 1989, lewat Logiss Records (Logiss adalah gabungan dua nama, LOG (Log Zhelebour) dan ISS (Iwan Sutadi Sidarta),

Perusahaan rekaman Log Zhelebour yang bekerjasama dengan Iwan Sutadi Sidarta dengan benderanya Indo Semar Sakti, yang memayung perusahaan rekaman King Records, Billboard, Aruna dan Buletin Intrernasional, mulai merekam 10 lagu finalis yang ke V, dimana juara nya pada saat itu adalah Power Metal (Surabaya), Hendrix Sanada juga terpilih sebagai the best bassist. Lucky Setyo W gitaris Andromedha Rock Band memperoleh The best guitaris.

Menariknya saat itu vokalis Power Metal bukan Arul, tetapi adalah Pungky, saat itu Arul juga ikut Festival Rock Indonesia ke V sebagai Vokalis Big Boys (Banjarmasin) dan meraih vokalis terbaik dengan lagunya Polusi Kehidupan. Grup band yang dianggap rival terberat Power Metal saat itu adalah Andromedha (Surabaya), Kaisar (Solo) dan Roxx (Jakarta). Kemenangannya ini sekaligus menjadi awal perjalanan karier Power Metal menembus dunia rekaman.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA I (1984)
Festival perdana ini berlangsung di lapangan sepakbola 10 November, Tambaksari, Surabaya, hari Minggu 14 April 1984, yang diikuti peserta 30 group band dari Jakarta, Bandung, Jawa Timur dan Bali : LCC, Flash Rock, Amara, Grass Rock, Blues Brothers, Full of S**t, Heaven, Literature Rock, Vocation, Leizig, Warrock (konon group ini binaan Ucok Aka), Q Red, Squencer, Heart Breaker, Bom Chankar, Sensitive Band, Mat Bitel, Nickey Astria, D’Ronners, Smallers Band. Harley Angels, 2nd Smile, Jamrock, Bissing, Drop Out dan Elpamas.

Mereka membawa sebuah lagu pilihan dan lagu wajib Djarum Super: Oh nikmatnya Djarum Super Filter, oh sedapnya Djarum Super filter, untuk memperebutkan hadiah Rp. 3 juta.

Para juri terdiri dari penyanyi God Bless Achmad Albar, penabuh drum Jelly Tobing, gitaris Ian Antono, pemetik bas Arthur Kaunang, pemain keyboard Abadi Soesman dan seorang wakil dari Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) memilih Harley Angles dari Bali sebagai juara pertama., LCC (Surabaya, juara dua), Elpamas (Pandaan, juara tiga), 2nd Smile (Jakarta, juara harapan) dan Drop Out (Irian Jaya, juara favorit).

Juga dipilih penyanyi terbaik Bambang (Harley Angles), penyanyi terbaik wanita Chetty WS (LCC), pemain bas terbaik Indrawan (Harley Angels), penabuh drum terbaik Budi R (Jamrock, Bandung) dan pemain keyboard terbaik Andy (2nd Smile).

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA II (1985)
Pada festival ini dijuarai grup rock asal Pandaan, Malang, Elpamas. Sementara Grass Rock memperoleh juara III dan Rere memperoleh gelar The Best Drumer.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA III (1986)
Pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia yang ke III pada tahun 1986, juaranya adalah Grass Rock dari Surabaya, saat itu vokalisnya adalah Zulkarnain. Rere pun kembali menyabet gelar The Best Drumer. Mereka lantas memperoleh kesempatan dari Log Zhelebour untuk mengikuti tur 10 kota untuk mengiringi God Bless. Grup rock Slank juga masuk final, tapi hanya berhasil menjadi juara hiburan.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA IV (1987)
Tahun berikutnya 1987 pada penyelenggaraan ke IV, Adi Metal Rock Band (Surabaya) keluar sebagai juara pertama, sama seperti Harley Angels, Adi Metal Rock Band sampai sekarang tidak tahu rimbanya. Lagu yang sempat hits mereka diantaranya Revolusi Kaisar dan Mereka Menantimu.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA V (1989)
Festival di adakan di Malang, hasil penilaian dewan juri Power Metal berhasil meraih peringkat pertama, Roxx sebagai peringkat kedua, Andromedha sebagai peringkat ketiga, Kaisar sebagai peringkat keempat dan Rudal menempati peringkat kelima.

Selain menempatkan lima besar untuk sepuluh finalis, para dewan juri yang beranggotakan Ahmad Albar, Arthur Kaunang, Jelly Tobing, Jocky Suryoprayogo dan Bens Leo, juga menetapkan beberapa musisi sebagai the best player di antaranya Arul Efansyah dari Big Boys sebagai vokalis terbaik, Lucky Setio Wicaksono dari Andromedha sebagai gitaris terbaik, Tonny dari Roxx sebagai bassis terbaik dan Yoyo Prasetyo dari Andromedha sebagai drummer Terbaik.

Ada langkah maju sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan festival kali ini, berupa dirilisnya album para finalis yaitu : KAISAR, RUDAL, POWER METAL, SALTIS, PARTHA PUTRI, ANDROMEDHA, NEW CHORDEX’S, BIG BOYS, KAMIKAZE, ROXX, dalam album kompilasi yang bertajuk 10 Finalis Festival Rock Se- Indonesia Ke-V.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA VI (1991)
Festival kali ini di sponsori oleh Gudang Garam dan dilaksanakan di dua kota yaitu : Semi final diadakan di Malang, untuk Final diadakan di Surabaya. Untuk juara Pertama diraih oleh group band KAISAR dari Solo. Sama seperti para finalis pada festival sebelumnya, finalis dalam festival ini yaitu : CASSANOVA, PYTHAGORAS , KAISAR, VALHALLA , SAHARA, NEW CHORDHEX’S, ERTEBE, THREE BROTHER’S, BALANCE, WHIZZKID oleh promotor penyelenggara yaitu Log Zhelebour di racik dalam sebuah album kompilasi bertajuk 10 Finalis Festival Rock Se-Indonesia Ke-6.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA VII (1993)
Juara pertama diraih oleh group band ANDROMEDHA dari Surabaya (Jawa Timur). Untuk Final diselenggarakan di kota Jogjakarta dan kembali finalis pada festival ini yaitu : ACEH ROCK BAND (Aceh Timur), ANDROMEDHA (Surabaya), CASSANOVA(Yogyakarta), CB BAND (Kediri), LOST ANGELS (Subaya), METAL FORCE (Solo), PRATAMA ROCK BAND (Bengkulu), PYTHAGORAS (Surabaya), SAHARA (Bandung), SCANDAL ROCK BAND (Semarang) berkesempatan masuk dapur rekaman untuk sebuah album kompilasi berlabel 10 Finalis Festival Rock Se-Indonesia Ke-7.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA VIII (1996)
Dalam penyelenggaran festival kali ini, Log Zhelebour bekerjasama dengan Stasiun Televisi Indonesia.J uara pertama diraih oleg group band TEASER dari Temanggung. Seperti kelanjutan festival sebelumnya, para finalis festival kali ini yaitu: TEASER, METAZONE, CB BAND GREZZ ROCK, MUSHROOM, ANTUSIAS, LEPPIS, UNPAR, EMPERIAL, dan THREE BROTHER mendapat kesempatan untuk rekaman dalam sebuah album kompilasi bertajuk 10 Finalis Festival Rock Se Indonesia VIII.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA IX (2001)
Juara pertama di raih oleh group band UNGU 9 dari Kediri. Dalam penyelenggaraan fetival ini diawali dengan menjaring grup-grup band dari setiap propinsi di Indonesia yang kemudian diseleksi sebanyak 25 group band untuk berlaga di semi final dan pada akhirnya mengeluarkan 10 finalis yaitu : Ungu 9 (Kediri), Green Master, Dadoo, Arfa’s, Perisai, Loe Joe, Relp, Shianida, Biroe (Den Pasar), dan Purnama (Medan), dimana 10 finalis tersebut digandeng masuk dapur rekaman yang menghasilkan album kompilasi bertajuk Djarum Super Rock Festival IX.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA X (2004)
Dalam Djarum Super Festival Rock Indonesia ke-X di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004 keluar sebagai jawara yaitu Mujizat Band (Bandung, Juara 1), Take Over (Banten, juara 2), Loe Joe (Makasar, juara 3), Mr. X (Banjarmasin, juara harapan), Daun Band (Kediri, juara favorit), Kobe (Sidoarjo, best performance), Billy (Mujizat Band, best guitarist), Ewin (Indonesia Baru Band, best drumer), Erwin Way (Mujizat Band, best bassist), Nora (Daun Band, best keyboard) dan Damar (Take Over Band) sebagai penyanyi terbaik.

Pada Semifinal di hari pertama diikuti 25 grup dari 18 propinsi yaitu : Sumatera Barat (Cadenza, Pane), Sumatera Utara (Child Band), Nanggroe Aceh Darussalam (Manggots), Sumatera Selatan (Tahta Band, Metafora), Jawa Barat (Ferari, Mujizat), Jawa Tengah (Mr. B), Yogyakarta (Reload), Jawa Timur (The Break, Kobe, Daun), Bali (CTC Band, Big G 256), Sulawesi Selatan (Loe Joe, Indonesia Baru), Sulawesi Utara (Virgin β€˜N Untouchable), Sulawesi Tengah (Traxtor), Jakarta (Kanda), Banten (Take Over), Kalimantan Timur (Eldee Cool), Kalimantan Barat (Paris 208), Kalimantan Selatan (Mr. X), dan Kalimantan Tengah (Mario Bross).

Setelah 25 group tersebut berlaga, keluarlah 10 finalis yaitu Take Over (Banten), Daun Band (Kediri), Mujizat (Bandung), Indonesia Baru (Pinrang), Eldee Cool (Samarinda), Mr X (Banjarmasin), Mr B (Klaten), Kanda Band (Jakarta), Kobe (Sidoarjo) dan Loe Joe (Makasar).

Sayangnya penyelenggaraan Festival Rock Indonesia I sd IV, tidak dikeluarkan album rekaman 10 finalis Festival Rock Indonesia tersebut, jadi bagi penikmat musik rock yang tidak melihat secara live tidak akan tahu lagu apa yang dinyanyikan pada waktu itu, walau melihatpun dijamin sekarang udah lupa. Baru mulai penyelenggaraan Festival Rock Indonesia ke V Tahun 1989 sudah ada rekaman albumnya.

FESTIVAL ROCK SE-INDONESIA XI (2007)
Pada Festival Rock Indonesia ke XI Tahun 2007, Gudang Garam kembali mensponsori penyelenggaraan event tersebut dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Band asal Salatiga, Workstation akhirnya berhasil menjadi jawara GGRC Minggu malam (17/06) di Gelora B**g Karno. Selain menggondol uang tunai 50 juta rupiah Workstation juga mendapat jatah rekaman album dari Log Zhelebour.

Juara kedua diambil band CCCC asal Surabaya (Rp 40 juta) dan juara ketiga adalah Yello (Rp 30 juta). Sementara itu Parcel menjadi band favorit lewat polling sms. Sedangkan band dengan best performance diraih band asal Bandung Alas Roban.

Sementara juara harapan disabet Peacepot. Acara sendiri berlangsung lancar sejak pukul 12.00. Para penonton terhanyut dengan aksi para band peserta. Tak ketinggalan aksi panggung lainnya dari band-band yang sudah punya nama seperti Boomerang, Jamrud, J Rock, dan juga dihadiri rocker gaek Achmad Albar.

Dan tidak bisa kita pungkiri, apa yang dipersembahkan Log Zhelebour lewat Festival Rock se-Indonesia ini telah memberi kontribusi cukup besar dalam memajukan musik rock di Indonesia, mulai dari kiprahnya sebagai promotor rock sampai dengan menjadi produser rekaman telah menjadi lembaran catatan tersendiri di dunia rock Indonesia. Semua itu ia dedikasikan untuk rock di Indonesia.

Bahkan apa yang telah dirintis Log Zhelebour Production sepanjang kurun waktu tiga dasawarsa ini telah menjadi catatan tersendiri bukan saja bagi perjalanan dan perkembangan musik rock Indonesia, tapi juga menjadikannya sebuah catatan penting yang tak terpisahkan sebagai sebuah tonggak sejarah musik rock Indonesia.

Demikian ulasan tentang Sejarah Festival Rock Indonesia, semoga menambah referensi tentang musik Indonesia, khususnya sejarah musik rock Indonesia.

Mungkin disini ada yang pernah mengikuti atau hanya sebatas nonton saja ? Mari berbagi kenangan pada masa itu .. terimakasih, selamat bermalam minggu ..
| |
πŸ“° Sumber : Berbagai Sumber
πŸ–ΌοΈ Gambar : Kompasiana
πŸ“ Repost : Musik 90'an

05/10/2024

πŸ“‘ | Berawal dari mimpi dua pemuda, Ricky Tjahyadi dan Drie Warnanta, untuk mengarungi dunia musik, Five Minutes lahir di Kota Kembang, Bandung. Five Minutes secara resmi didirikan pada 1991 sebagai band festival. Pada tanggal 3 Juni 1994, Five Minutes secara resmi masuk ke dapur rekaman.

Pemilihan nama Five Minutes memiliki cerita tersendiri. Ricky menuturkan, band tersebut dibentuk 30 tahun silam. Bermula ketika Ricky dan Drie membentuk sebuah band yang tampil dari kafe ke kafe di Kota Kembang.

Tahun 1994, keduanya mencari personel guna melengkapi formasi untuk mengikuti Festival Band Se- Jabar-DKI di Bandung. Ricky dan Drie mengajak Sonny (gitaris) yang merupakan adik kandung Ricky FM, Sanny (vokalis) dan Dicky (drum) melalui telepon.

Dalam tempo kurang dari lima menit, mereka berhasil membentuk sebuah grup band guna mengikuti festival tersebut. Itulah sebabnya mereka menggunakan nama Five Minutes. β€œKarena prosesnya kurang dari lima menit. Makanya kami memilih nama itu”, tutur Ricky FM.

Hebatnya, kendati baru terbentuk, mereka langsung menjuarai festival band yang diikuti oleh 102 peserta dari Bandung dan Jakarta. Keberhasilan itu kemudian mengantarkan mereka masuk dapur rekaman.

Album perdana mereka bertajuk Five Minutes (1995), yang diikuti oleh Five Minutes 2 (1996), Romantik (1997), Ouw! (1997), Sekat (2002), dan The Best +5 (2004). Penampilan yang unik dengan mengenakan sarung di panggung, menjadi salah satu daya tarik mereka. Album perdana bertajuk Five Minutes dirilis pada 1995. Setahun kemudian (tahun 1996), mereka merilis album kedua bertajuk Five Minutes 2.

Begitu rilis album ketiga, yaitu Ouw! pada tahun 1997, Dicky yang pada saat itu dipercaya di posisi drum akhirnya mengundurkan diri dari Five Minutes karena adanya perbedaan pendapat. Mulai saat itu Five Minutes hanya beranggotakan empat orang tanpa adanya Dicky. Setelah Dicky meninggalkan Five Minutes, arransemen dan musik drum diisi oleh Ricky untuk menutupi kelemahan dan kekurangan instrumen dalam lagu.

Pada tahun 2004, setelah Five Minutes merilis album The Best + 5, Sanny yang pada saat itu dipercaya sebagai vocal dan dan Sonny yang pada saat itu dipercaya sebagai gitar mengikuti jejak Dicky, yaitu mundur dari Five Minutes. Merasa kewalahan karena kekurangan anggota band, hal tersebut membuat Five Minutes vakum selama 3 tahun. Ricky sendiri tetap aktif d jalur musik. Dia mendukung Ari Lasso (2002-2006), menuliskan sejumlah lagu bagi mantan vokalis band Dewa 19 itu.

Beberapa lagu yang ditulis Ricky untuk Ari Lasso adalah Hampa, Arti Cinta, Kedamaian Hati, dan Seandainya. Selain itu dia juga menulis lagu untuk T**i DJ, Rossa, Tere, Sania, dan sebagainya. Setelah lama vakum, Ricky dan Drie menemukan Richie yang dipercaya untuk mengisi kekosongan vocal, lalu diikuti oleh Roelhilman yang dipercaya untuk mengisi kekosongan gitar, dan Aria Yudhistira untuk mengisi kekosongan drum.

Setelah lengkapnya formasi band, akhirnya pada tahun 2007, Five Minutes menerbitkan album Rockmantic dengan suasana musik yang baru dan lebih modern. Mereka pun menanggalkan sarung yang selama ini lekat sebagai image mereka.

Tujuh tahun setelahnya, Sanny dan Sonny kembali bergabung, namun hanya bertahan selama 2 tahun. Five Minutes pun dihadapkan dengan situasi vakum kembali. Mengandalkan lagu β€œBertahan” sebagai single, Five Minutes meraih sebuah rekor sebagai band yang paling tinggi di request dalam jangkauan radio.

Sejarah Perjalanan Musik Five Minutes :
Formasi Pertama (1991-1998)
Drie dan Ricky bertemu di awal tahun 1988 dan sempat membentuk band yang tampil di sejumlah kafe. Namun, band ini hanya bertahan selama 2 tahun. Mereka kemudian membentuk Five Minutes bersama Sonny (gitar), Dicky (drum) dan Sanny (vokal) pada tahun 1991 untuk mengikuti Festival Band Se-Jabar-DKI di Bandung.

Dalam ajang tersebut, mereka berhasil menjadi Juara 1 dari 102 peserta. Tidak lama kemudian, mereka pun masuk dapur rekaman. Formasi ini menghasilkan album pertama Five Minutes pada 1 Februari (1995), yang diikuti oleh rilisnya album kedua Five Minutes 2 (1996), Romantik (1996) dan Ouw! (1997).

Penampilan yang unik dengan mengenakan sarung di panggung, menjadi salah satu daya tarik mereka. Five Minutes sempat berkolaborasi dengan musisi luar negeri yaitu DJ Marwin, DJ Master Mix dari Australia. Kolaborasi ini menghasilkan sebuah mini album yang berisi 2 lagu dari album pertama dan dirilis dalam versi remix yaitu "Selamat Tinggal" & "Pedansa".

Bahkan, Five Minutes pada tahun 1997 sempat syuting video klip lagu "Ouw!" di Australia dengan mengenakan kostum wajibnya yaitu sarung.

Formasi Kedua (1999-2006)
Setelah rilisnya album ketiga Ouw! (1997), Dicky (drum) mengundurkan diri dari Five Minutes karena mulai tidak sepaham lagi dengan personel Five Minutes yang lain. Meski sudah keluar dari Five Minutes, Dicky tetap mengisi drum pada 2 lagu di album keempat Sekat (2002) yaitu "Boneka" dan "Terjerat Sepi". Five Minutes hanya beranggotakan 4 orang yaitu Sanny (vokal), Ricky (keyboard), Sonny (gitar) dan Drie (bass).

Five Minutes menanggalkan baju gombrong dan sarungnya pun dimodifikasi. Musik mereka pun sedikit mengalami perubahan dengan adanya unsur techno untuk menutupi kelemahan aransemen, kemudian aransemen drum pada lagu-lagu Five Minutes dibuat oleh Ricky FM. Five Minutes menggunakan "additional player" untuk posisi drummer dan gitaris ketika tampil di panggung. Formasi ini menghasilkan album keempat Sekat (2002) dan The Best + 5 (2003).

Formasi Ketiga (2007-2022)
Setelah rilisnya album The Best + 5 (2003), Sanny (vokal) dan Sonny (gitar) mengundurkan diri. Ricky dan Drie pun berburu personel baru. Akhirnya, mereka merekrut 3 personel baru yaitu Richie (vokal), Roelhilman (gitar) dan Aria Yudhistira (drum) untuk melengkapi formasi terbaru Five Minutes.

Pada bulan Juni 2007, mereka merilis album keenam berjudul Rockmantic. Mereka pun menanggalkan sarung yang selama ini lekat sebagai image mereka. Dengan lagunya "Bertahan", Five Minutes membuat rekor sebagai lagu dengan debut tertinggi pada chart harian radio airplay, yaitu debut lagu di posisi #3. Five Minutes kembali membuat rekor dengan lagunya "Salah Apa" dari album Rockmantic (Repackage) yang menjadi lagu pertama yang mendapatkan debut posisi lagu di radio airplay langsung pada posisi #1, karena banyaknya request, dan bertahan di posisi puncak untuk 10 minggu.

Selanjutnya, Five Minutes merilis album ketujuh Semua Ini Sendiri (2009) dengan hits single "SKSJ (Semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh)", "Aku Tergoda", "Teman Biasa" dan mengaransenmen ulang salah satu lagu anak-anak yaitu "Ambilkan Bulan" ciptaan A.T. Mahmud yang dirilis dengan gaya "pop rock" khas Five Minutes.

Pada tahun 2010, Five Minutes merilis album kedelapan Satu Hati (2010) dengan hits single "Sumpah Mati", "Aisah" dan mengaransemen ulang lagu-lagu lamanya yaitu "Pujaan Hati", "Selamat Tinggal" dan "Salam Terakhir". Five Minutes juga mengaransemen ulang lagu ciptaan Ricky Tjahyadi yang cukup populer yaitu "Aku Patut Membenci Dia" (Tere) dan "Hampa" (Ari Lasso)

Formasi Keempat (2022-2024)
Pada tanggal 4 Juni 2022, Five Minutes membuat pernyataan resmi lewat postingan video di Instagram. Five Minutes memberi tahu bahwa Richie Setiawan sudah tidak tergabung lagi dalam grup band Five Minutes. Dikarenakan telah melanggar hal-hal yang terkait dengan kode etik dan komitmen yang telah disepakati bersama. Sejak tanggal 14 Juli 2022, Five Minutes mengumumkan vokalis barunya yaitu Ali Sabat melalui audisi.

Formasi Kelima (2024)
Pada tanggal 23 Januari 2024, kami FIVE MINUTES mengumumkan bahwa ALI SABAT sudah tidak mengisi posisi vocal di FIVE MINUTES band,” bunyi pengumuman di akun Instagram Five Minutes.

Fivers adalah sebutan untuk penggemar setia Five Minutes. Dulu sebelum bernama Fivers, penggemar setia Five Minutes disebut dengan sebutan Fans FM dan FM Mania

Five Minutes bukan hanya sekadar band, mereka adalah keluarga, sahabat, dan legenda musik Indonesia. Perjalanan mereka yang penuh lika-liku menginspirasi banyak orang untuk mengejar mimpi mereka.

Five Minutes adalah bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan persahabatan dapat mengantarkan mereka mencapai puncak kejayaan. Musik mereka telah menemani perjalanan hidup banyak orang dan akan terus menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya.
| |
πŸ“° Sumber : Wikipedia dan Sumber lain
πŸ–ΌοΈ Gambar : SoundCloud
πŸ“ Repost : Musik 90'an

Address

Nakula
Badung
80361

Opening Hours

09:00 - 22:30

Telephone

+6289527081977

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Vivi Samudra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Vivi Samudra:

Share